Tim Terpadu Penataan KJA/KJT Samosir Bahas Deliniasi Zona A4

News774 Dilihat

SAMOSIR – Tim Terpadu Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) Kabupaten Samosir melakukan pembahasan Deliniasi Zona A4.

Rapat dibuka Bupati Samosir diwakili Asisten II, Hotraja Sitanggang, dihadiri Asisten I, Tunggul Sinaga, Pabung 0210 TU, G. Sebayang, Kasat Intel Polres Samosir, Liber Marpaung dan Tim Terpadu Penataan KJA/KJT, Rabu (8/11/2023).

Deliniasi Zona A4 merupakan lokasi yang akan dijadikan untuk lokasi penataan 548 petakan KJA yang menjadi kuota di Perairan Kabupaten Samosir. Sesuai dengan Perpres 81 Tahun 2014 tentang Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Zona A4 berada pada perairan bebas di Danau Toba dengan kedalaman 100 m keatas yang dimanfaatkan untuk budidaya ikan.

Berdasarkan Mapping Tim Geografik Information Systim (GIS) terdapat 4 lokasi yang direkomendasikan yaitu perairan Tulas, Perairan Palipi dan Sitiotio (Parsaoran ke Saornauli Hatoguan), Perairan Onan Runggu serta perbatasan Silimalombu.

Bupati yang diwakili Asisten II, Hotraja Sitanggang mengharapkan KJA/KJT dalam penataannya memiliki estetika yang menarik sehingga dapat mendukung kepariwisataan di Samosir. KJA dapat menjadi daya tarik wisata dengan tata letak dan desain yang lebih menarik sehingga diharapkan menjadi agrowisata.

Dalam penataan ditekankan, Zona A4 ditegaskan untuk tidak mengganggu yang lain termasuk akses pelayaran transportasi air. Diminta agar Zonase lebih didetailkan, diintegrasikan dengan penetapan di Kabupaten tetangga kawasan Danau Toba.

Lebih lanjut Hotraja Sitanggang menyampaikan 548 petakan KJA dipusatkan secara terintegrasi, terfokus dimaksimumkan pada 2 zona saja, sebab kalau banyak zona akan kurang menarik.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Sekretaris Tim Terpadu Penataan Keramba Jaring Apung, Tumiur Gultom menyampaikan, pembahasan Deliniasi Zona A4 sangat penting untuk menentukan nasib 548 petakan KJA yang menjadi kuota Kabupaten Samosir. Penentuan Zona bukan untuk menambah jumlah tapi sebagai pilihan penempatan 548 petakan yang sudah ditentukan. Untuk itu, Tumiur berharap peserta memberikan masukan dan tanggapan guna kesuksesan penertiban KJA di Samosir. (jb rumapea)