Terkait Penyitaan Uang & Tangkap Warga Tanpa BB, Keluarga Protes Penggerebekan Sat Narkoba Polres Tanjungbalai

News224 Dilihat

TANJUNGBALAI | Kasus penangkapan Hendra Tato, warga Kampung Baru, Tanjungbalai yang diduga terlibat jaringan narkoba oleh Sat Narkoba Polres Tanjungbalai, terus menuai kecaman.

Efitra Panjaitan, yang merupakan istri Hendra Tato, kepada wartawan akan melaporkan kasus penangkapan suaminya ke Propam Polda Sumut jika suaminya tidak juga dipulangkan.

“Kalau suami saya tidak juga dipulangkan, maka saya akan melaporkan ke Propam Polda Sumut,” katanya.

Menurut Efrita, selain dituding jaringan narkoba, uang Rp 12,5 juta milik anak dan iparnya juga diambil oleh beberapa orang yang mengaku petugas Sat Narkoba Polres Tanjungbalai.

“Suami saya ditangkap sama mereka katanya terlibat narkoba, terus uang sekitar Rp 12,5 juta mereka ambil, padahal Rp 11 juta uang anak saya yang baru saja menikah dan Rp 1,5 juta uang Abang ipar saya untuk modal usaha,” katanya.

“Penangkapan dan penggeledahan yang dilakukan oleh petugas tidak disaksikan oleh Kepala Lingkungan setempat dan pihak keluarga dan tidak ada barang bukti narkoba yang ditujukan,” tambahnya lagi.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Sementara, salah seorang warga Tanjungbalai mengatakan, agar proses kasus Hendra Tato jangan dijalankan seperti kasus yang dialami beberapa personel Polrestabes Medan.

“Kasus ini sama dengan yang di Polrestabes Medan bang, cuma bedanya kalau yang di Polrestabes Medan uangnya ratusan sampai miliaran rupiah, tapi kalau yang di Polres Tanjungbalai hanya belasan juta. Tapi kan motif dan perkaranya sama,” ungkap warga.

Sebelumnya, Hendra Tato yang sehari-harinya berjualan air meniral di rumah diamankan dari rumah oleh petugas Sat Narkoba Polres Tanjungbalai pada, Sabtu (5/2/2022) lalu.

 

PAPARAN KASUS

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tanjung Balai AKP S Tambunan dalam paparan kasus tersebut, Jumat (11/2/2022), menjelaskan telah mengamankan tiga pria pengedar narkoba. Dari tangan ketiganya disita barang bukti diduga sabu dan uang Rp 12.620.000.

Kasat Narkoba AKP. S Tambunan SH kepada wartawan menjelaskan, ketiga pelaku diringkus di tempat terpisah. Mereka adalah Ricardo Tangiang Sianipar alias Kardo (22) warga Gang David/Bambu Lingkungan IV, Kelurahan Pantai Johor, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Selanjutnya, Adlinsyah alias Delen (39) warga Jalan Aman Lingkungan V, Kelurahan Sejahtera, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai. Terakhir, Hendra Toto alias Toto (49) warga Jalan DI Panjaitan Lingkungan I, Kelurahan TB Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara Kota Tanjungbalai.

Dari tangan tersangka turut diamankan plastik klip transparan diduga berisi sabu 2,77 gram, dompet warna merah coklat, satu bal plastik klip transparan kosong, sebuah timbangan elektrik, hape android.

Selain itu, satu bungkus plastik klip transparan diduga sabu berat 0,38 gram, celana panjang warna merah, hape merek nokia dan uang Rp12.620.000.

“Dari tangan Ricardo dan Aliansyah ditemukan satu bungkus klip transparan diduga berisi sabu seberat 2,77 gram dari dalam selokan kamar mandi dan dalam kamar tidur Ricardo. Ditemukan juga sebungkus klip transparan diduga berisi sabu seberat 0,38 gram dari saku celana bagian depan Adliansyah,” katanya.

Setelah dua tersangka didapat, selanjutnya melakukan introgasi dan pengembangan. Dari informasi kedua pelaku sebelumnya mengatakan bahwa mereka mendapat barang haram itu dari Hendra Toto yang merupakan target operasi Satres Narkoba Polres Tanjungbalai selama ini.
Ketika ditemui, tersangka Hendro Toto coba melarikan diri ke rumah tetangga.

“Tapi polisi berhasil menangkap Hendra Toto dan ditemukan satu ball plastik klip transparan kosong beserta uang Rp 11 juta di dalam jeketnya. Selain itu ada juga ditemukan uang Rp1.620.000 di saku celana yang digunakannya,” kata AKP. S Tambunan SH.

Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai, AKP S Tambunan, saat dikonfirmasi, Sabtu (12/2/2022) siang, terkait penangkapan Hendra Tato terduga kasus narkoba belum membalas pesan WhatsApp yang dilayangkan wartawan. (Red/ir)