Sidang Pemukulan Depan Minimarket, Saksi Sebut Korban Tantang Terdakwa ‘Fight’

News436 Dilihat

MEDAN – Sidang lanjutan terdakwa Halpian Sembiring Meliala yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anak di depan minimarket Medan beragendakan mendengarkan 3 orang saksi, yakni 2 orang saksi dari Indomaret, Ijtima dan Fransiscus Simbolon serta Daniel, Rabu (6/4/2022).

Uniknya, 2 orang pegawai minimarket, yang hadir untuk bersaksi korban, dalam kesaksiannya justru meringankan terdakwa.

Mereke menyebutkan bahwa mereka mengetahui pada saat terjadi keributan. Saksi Fransiscus juga mengatakan bahwa ia mendengar kalau korban mengajak terdakwa untuk fight (berantam, red).

“Kebetulan kita berdua di kasir, terus saya dengar keributan. Cuma saya gak tahu keributan apa. Saya coba melerai, udah-udah gitu aja. Si korban yang ngajak fight,” ucap saksi di hadapan Majelis Hakim.

Sementara dalam keterangan saksi Daniel yang ditanya oleh Penasehat Hukum terdakwa mengungkapkan, bahwa ia melihat terdakwa menepis wajah korban.

“Waktu itu pas lewat. Saya tanya sama terdakwa dan korban, ada apa? Terus terdakwa bilang ke korban, kau kok kasar kali. Kata terdakwa, anak saya sudah sebesar kamu. Kamu ini maunya apa? Anak saya sebesar kamu,” jelas saksi menirukan ucapan terdakwa saat di lokasi kejadian.

Selain itu saksi juga menyebutkan bahwa setelah terdakwa pergi, si korban mendatanginya dan meminta maaf kepadanya.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Waktu itu korban pun minta maaf ke saya juga,” ujar saksi. (red)