Siap Bantu Jamaah calon Haji di Tanah Suci, Muhyarsyah: Itu Bagian dari Ibadah

News442 Dilihat

MEDAN – Sebanyak 360 calon jamaah haji tahun 1447 H/2026 M Kelompok Terbang (Kloter) 1 memasuki Asrama Haji Medan, Selasa (21/4/2026).

Para jamaah kloter 1 tersebut terdiri dari warga Kota Medan dan  Binjai dengan rincian  354  jamaah dan 6 orang petugas haji.

Mereka masuk asrama pukul 06.00 WIB dan akan diberangkatkan sekira pukul 03.00 WIB dengan tujuan penerbangan langsung menuju Madinah.

Dari 360 jamaah haji kloter 1 itu, di antaranya dosen tetap Program Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mercu Buana Jakarta, Dr. Muhyarsyah SE, MSi

Dia bersama istri, Qheno Veva Pasah tergabung dalam kloter 1 asal Kota Medan untuk melaksanakan Rukun Islam kelima yang juga membawa niat lebih untuk siap membantu sesama di Tanah Suci, Makkah.

Ia berangkat bersama sang istri, Qheno Veva Pasah, setelah menanti selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012. Penantian panjang itu akhirnya terjawab saat nama mereka tercantum dalam manifest Kloter 1 Kota Medan.

Muhyarsyah mengaku bersyukur dan senang dia bersama istri bisa berangkat melaksanakan ibadah haji pada tahun ini.

“Alhamdulillah, akhirnya masa
tunggu selama 14 tahun terjawab. Sungguh tidak terkatakan kebahagiaan yang kami rasakan,” ujarnya jelang keberangkatan di Asrama Haji, Selasa (21/4/2026) siang.

Dijelaskannya, bergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Muhammadiyah Kota Medan, Muhyarsyah merasakan manfaat besar dari pembekalan manasik yang dijalani selama masa tunggu.

Ia menilai proses tersebut membentuk kesiapan, baik secara fisik maupun mental.
Di tengah persiapan akhir, ia menyebutkan bahwa ibadah haji bukan semata perjalanan pribadi.

Menurut Muhyarsyah, ada ruang untuk saling membantu, terutama bagi jamaah yang membutuhkan pendampingan.

“In Syaa Allah selama masih mampu, diminta atau tidak diminta saya siap memantu  jika ada keluarga  atau jamaah yang membutuhkan bantuan dalam melaksanakan ibadah haji,” kata Ketua Dikdasmen  Muhammadiyah Medan periode  2015-2020 dan diperpanjang hingga 2022.

Disebutkannya, perhatian itu khususnya akan diberikan kepada jamaah dalam satu kelompok bimbingan, terutama mereka yang lanjut usia atau baru pertama kali ke luar negeri.

Ayah 5 anak  yang berusia 56 tahun ini menilai dengan kebersamaan dan kekompakan akan menjadi kunci kelancaran ibadah.

Bentuk bantuan yang bisa diberikan, misalnya kata Mukhyarsyah mulai dari memahami alur tawaf dan sa’i hingga kebutuhan teknis seperti penggunaan kursi roda, ia siap terlibat langsung membantu semampunya.

Sebagai akademisi, dia mengaku terbiasa bekerja dalam tim dan melayani mahasiswa.

Pengalaman itu ia bawa sebagai bekal untuk mengabdi kepada sesama jamaah sebagai tamu Allah.

Menurut dia, pelaksanaan  ibadah haji ini bukan hanya tentang perjalanan spiritual, tetapi juga tentang semangat saling menguatkan.

Selain itu haji menjadi momentum untuk menebar manfaat seluas-luasnya.

“Doakan kami sehat, mabrur, dan bisa pulang membawa semangat untuk terus melayani. Kalau bisa meringankan beban saudara seiman di sana, In Syaa Allah,” ucapnya.

Ia juga mengaku telah menyiapkan kondisi fisik sejak enam bulan terakhir, mulai dari rutin berjalan kaki, menjaga pola makan, hingga memperkaya literasi tentang haji modern.

Dikatakannya, keluarga besar Universitas Mercu Buana bersama civitas akademika FEB turut melepas keberangkatan pasangan tersebut, seraya berharap dapat membawa nama baik institusi sekaligus menjadi teladan pengabdian di Tanah Suci.

Pihak KBIH Muhammadiyah Kota Medan menyambut baik niat tersebut.  Disebutkan Muhyarsyah dikenal aktif selama manasik dan kerap menjadi rujukan jamaah lain karena sikapnya yang tenang dan solutif. ( swisma)