MEDAN – Peringati Hari Bumi 2026, PT Sharp Electronics Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan.
Kegiatan yang dilakukan di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (29/4//2026) itu menjadi refleksi sekaligus langkah konkret Sharp dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Pada aksi itu, Sharp berkolaborasi dengan Yayasan Burung Indonesia dan melibatkan siswa sekolah SMPIT & SMK Pluit Raya, komunitas Sharp Greenerator, serta mitra strategis lainnya.
General Manager Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andrew Gultom mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini difokuskan pada tiga aktivitas utama, yaitu penanaman mangrove, bird watching, dan plogging.

Penyerahan pohon mangrove kepada perwakilan hutan lindung Angke kapuk
Tujuan penanaman pohon mangrove ini adalah untuk memperkuat ekosistem pesisir yang memiliki peran penting dalam mitigasi perubahan iklim, perlindungan dari abrasi, serta sebagai habitat alami bagi berbagai spesies.
Di saat yang sama, kegiatan bird watching memberikan pengalaman edukatif yang mendalam dengan meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati.
“Kegiatan itu juga sekaligus memperkenalkan peran strategis ekosistem mangrove sebagai habitat berbagai spesies dan penopang keseimbangan lingkungan,” kata Andrew.
Sementara itu, aksi plogging menjadi wujud kepedulian kolektif dalam mengurangi pencemaran, dengan seluruh sampah yang terkumpul akan didata sebagai bagian dari pengukuran dampak kegiatan.
Menurut Andrew, keberlanjutan bukan sekadar inisiatif jangka pendek, melainkan bagian integral dari perjalanan bisnis Sharp.
“Di Sharp, kami melihat keberlanjutan sebagai tanggung jawab jangka panjang,” ujarnya
Melalui kegiatan ini,Sharp tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga mendorong aksi nyata dan kolaborasi lintas generasi untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Penanaman pohon mangrove bersama perwakilan Shar, anak Sharp greenerator dan siswa siswi SMP IT & SMK Pluit Raya
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Sharp Greenerator, sebuah inisiatif lingkungan yang telah dijalankan secara konsisten sejak 2015.
Dijelaskannya, selama hampir satu dekade, program ini telah menggerakkan ribuan generasi muda untuk terlibat dalam aksi pelestarian lingkungan, mulai dari edukasi hingga kegiatan lapangan.
Komitmen Sharp terhadap lingkungan tercermin dari berbagai inisiatif berkelanjutan yang telah dilakukan sebelumnya.
Sharp Indonesia tercatat telah melakukan penanaman ribuan mangrove di seluruh Indonesia, termasuk lebih dari 3.300 pohon di wilayah pesisir Banten, sebagai bagian dari rehabilitasi ekosistem karbon biru.
Dalam upaya pengurangan sampah, kegiatan bersih lingkungan yang dilakukan di wilayah kepulauan juga berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah dalam satu kegiatan.
Selain itu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah.
Tidak hanya itu, kata Andrew melalui inovasi berbasis teknologi seperti Reverse Vending Machine (RVM), Sharp turut mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mendaur ulang sampah plastik dengan total pengumpulan yang telah mencapai lebih dari 2 ton plastik hingga saat ini.
Rangkaian inisiatif ini mencerminkan pendekatan Sharp yang konsisten: menggabungkan edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata dalam satu ekosistem keberlanjutan yang terintegrasi.
Melalui momentum Hari Bumi ini, katanya Sharp Indonesia menegaskan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar.
Aksi sederhana seperti menanam pohon, menjaga kebersihan lingkungan, dan memahami ekosistem dapat menjadi fondasi bagi dampak jangka panjang jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama.
Ke depan, Sharp berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya generasi muda, sebagai bagian penting dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan. ( swisma)








