RSU Muhammadiyah Sumut Terakreditasi Bintang Lima

News312 Dilihat

MEDAN-Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Sumatera Utara sukses meraih predikat akreditasi paripurna dengan standard Kememterian Kesehatan bintang lima

“Alhamdulillah, RSU Muhammadiyah Sumut berhasil meraih akreditasi tingkat paripurna dengan standard Kementerian Kesehatan bintang lima,” ungkap Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP kepada wartawan di Medan, Kamis (30/3/2023).

Turut mendampingi, wakil Rektor I, Prof.Dr. Muhammad Arifin, M.Hum, WR II, Prof.Dr.Akrim, M.Pd, WR III, Dr. Rudianto, MSi .

Dari rumah sakit hadir, Direktur, dr. Mohammad Riza, M.Kes, Kabag Keuangan dan SDM, Ibrahim Nainggolan, SH, MHum.

Dijelaskan dia, raihan akreditasi tingkat paripurna ini merupakan hasil kerja keras bersama dan kerjasama yang solid antara pimpinan, para tenaga kesehatan dan staf karyawan rumah sakit dan UMSU selaku yang diberi amanah serta warga dan pengurus Muhammadiyah.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Ini prestasi bersama yang patut kita syukuri,” katanya.

Dijelaskan dia, UMSU diberi tanggungjawab sebagai pengelola rumah sakit sejak 4 Agustus 2018 dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sejak itu dilakukan pendampingan dan penataan rumah sakit dari sisi fisik mapun pelayanan.

Lebih lanjut, raihan akreditasi tingkat paripurna dengan bintang lima menjadi motivasi tersendiri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sebagai bagian dari amal usaha Muhammadiyah RSU Muhammadiyah Sumut diharapkan bisa mendorong peningkatan derajat kesehatan masyarakat .

“Kita tentu tidak boleh merasa puas dengan capaian yang diraih, Sebaliknya pengakuan akreditasi paripurna justeru menjadi penyemangat untuk lebih meningkatkan kinerja pelayanan rumah sakit ke depannya,” ungkap Agussani. ( swisma)