Polri Blokir 865 Rekening Judi Online Senilai Rp194,7 Miliar

Hukum, Nasional, News412 Dilihat

Jakarta – Bareskrim Polri memblokir sebanyak 865 rekening yang diduga digunakan dalam kejahatan judi online (daring) dengan total nilai sekitar Rp194,7 miliar.

Kepala Bareskrim (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Wahyu Widada dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menerima delapan laporan hasil analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait adanya rekening yang berkaitan dengan judi online.

Sebagai tindak lanjut laporan tersebut, kata dia, Dittipidsiber telah memblokir 701 rekening senilai Rp133,5 miliar.

Dilanjutkan Komjen Pol. Wahyu, Bareskrim Polri juga menerima 39 laporan informasi dari beberapa LHA yang diserahkan oleh PPATK.

“Kami serahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Kemudian, dibuatkan laporan informasi untuk ditindaklanjuti. Kalau yang kaitannya dengan judi online, dan lain sebagainya bisa diserahkan kepada Dittipidsiber,” katanya.

Hasilnya, diterbitkan 18 laporan polisi dari informasi yang telah diterima tersebut.

“Kami langsung melakukan penyidikan tindak pidana perjudian online dan juga melaksanakan penyidikan dalam rangka tindak pidana pencucian uangnya,” ujarnya.

Dari 18 laporan tersebut, Bareskrim Polri berhasil memblokir dan menyita 164 rekening senilai sekitar Rp61,1 miliar.

Dengan demikian, sampai saat ini, total rekening yang sudah ditindaklanjuti oleh Bareskrim Polri adalah sejumlah 865 rekening dengan nilai sekitar Rp194,7 miliar.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Komjen Pol. Wahyu menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan proses penyelidikan, penyidikan, hingga pemberkasan terhadap rekening-rekening lainnya yang belum terungkap.

“Kalau dari 5.855 rekening dan harus datangi satu per satu, ada begitu banyak rekening harus kami datangi. Sehingga, yang lainnya masih terus kami lakukan proses yang dilakukan oleh teman-teman dari Dittipidsiber,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengapresiasi langkah pemblokiran rekening judi online yang dilakukan Bareskrim Polri.

“Ini adalah sebuah pencapaian lanjutan dari pencapaian-pencapaian sebelumnya. Dari sisi kami, PPATK, sangat yakin pencapaian-pencapaian akan terus berlanjut dengan prestasi yang lebih bagus lagi ke depannya,” ucapnya.

Dirinya menilai pemblokiran ini akan berdampak besar pada pemberantasan judi online yang telah menghancurkan kehidupan masyarakat dari sisi ekonomi hingga sosial.

PPATK, kata dia, siap membantu Bareskrim Polri dalam upaya memberantas judi online di kemudian hari.

“Kami selalu siap membantu Bapak Kabareskrim dan jajaran. Ini adalah satu komitmen kita bersama. Intinya, kepada Bapak di depan, kami siap untuk bekerja buat Bapak di belakang. PPATK selalu siap,” ucapnya dikutip dari Antara. (red)