Luncurkan Program “Sarusake”, Lurah Polonia Dorong Warga Manfaatkan Daun Kelor Untuk Atasi Permasalahan Stunting Pada Balita

News235 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Lurah Polonia Hadi Wahyudi Harahap mendorong warganya agar mau memanfaatkan daun kelor untuk mengatasi permasalahan stunting yang di derita oleh balita. Sebab daun kelor dipercaya memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan gizi balita agar terhindar dari masalah stunting. Oleh sebab itulah Lurah Polonia memiliki program inovasi yang diberi nama “Sarusake” atau “Satu Rumah Satu Kelor”.

Selain rutin memberikan makanan tambahan kepada balita penderita stunting yang ada di wilayah Kelurahan Polonia, Lurah Polonia Hadi Wahyudi Harahap juga memberikan bibit daun kelor kepada warga serta mengajak warga dari anak penderita stunting agar membudidayakan tanaman kelor ini di perkarangan rumahnya, agar kedepanya warga tidak hanya mengandalkan gizi dari makanan tambahan saja akan tetapi dibarengi juga dengan mengkonsumsi daun kelor sehingga mendapatkan manfaat dari daun kelor tersebut.

Menurut Hadi, daun kelor tersebut berkhasiat membantu balita penderita stunting untuk mendapatkan tambahan vitamin yang penting bagi tumbuh kembang anak.

“Selain memberikan makanan tambahan kepada balita penderita stunting, kami juga memberikan daun kelor kepada warga untuk dikonsumsi oleh balitanya, sebab daun kelor ini mengandung protein yang dua kali lebih banyak dari yogurt, kandungan potasium yang tiga kali lebih banyak dari pisang, dan kandungan vitamin A empat kali lebih banyak dari wartel sehingga sangat penting untuk di konsumsi balita penderita stunting dalam memenuhi kebutuhan vitaminya.”kata Hadi Wahyudi Harahap di dampingi Ketua TP PKK Kelurahan Polonia Fani Hadi Wahyudi Harahap saat memberikan makanan tambahan dan daun kelor kepada salah satu warga, rabu (25/5).

Dalam kesempatan itu, Hadi Wahyudi Harahap juga memberitahu cara pengelolaan daun kelor tersebut salah satunya dengan cara di seduh.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Salah satu cara menikmati manfaat daun kelor ini dengan cara seduhan air panas tanpa perlu dimasak sehingga vitamin yang terkandung di daun kelor tersebut tidak rusak, serta sayur hasil seduhan tersebut bisa dikonsumsi dan baik bagi kesehatan anak dan ibu hamil demi mencegah anak menderita stunting”jelasnya.

Semenjak dibagikan nya daun kelor tersebut kepada warga penderita stunting, Hadi Wahyudi Harahap menyebutkan terjadi peningkatan penyembuhan pada balita penderita stunting. Dimana sebelumnya di Kelurahan Polonia ini terdapat lima orang balita penderita stunting kini hanya tinggal 3 orang balita saja.

“Alhamdulillah jumlah balita penderita stunting semakin berkurang, kini hanya tinggal 3 orang anak saja, dua anak sudah sembuh.”ucapnya bersyukur.

Program inovasi “sarusake” ini juga dikatakan Hadi Wahyudi Harahap sebagai tindak lanjut dari arahan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Dimana Wali Kota Medan ingin agar seluruh OPD berkolaborasi mengatasi permasalahan stunting di kota Medan.

“Inovasi ini kami hadirkan untuk mendukung program prioritas dari Bapak Wali Kota Medan Bobby Nasution di bidang kesehatan, karena bapak Wali Kota ingin penderita stunting berkurang di kota Medan.”ujarnya.

Sementara itu Nuraini yang mendapatkan pemberian makanan tambahan dan daun kelor untuk anaknya mengakui berat badan anaknya bertambah semenjak mengkonsumsi daun kelor.

“Alhamdulillah berat badan anak saya bertambah 1 kg, dari sebelumnya 8 kg kini menjadi 9 kg.”kata Nuraini.

Oleh sebab itulah Nuraini menyampaikan terimakasih kepada Kelurahan Polonia yang sudah peduli kepada warganya penderita stunting.(rizky)