Kunjungan Kedelapan, Wong Chun Sen : Dua Orang Bayi Stunting Sudah Ada Perubahan

News717 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B kembali menyambangi kediaman dua orang bayi stunting atau mengalami gizi buruk yang ada di Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan baru-baru ini.

Saat dikonfirmasi mengenai kondisi dua anak penderita gizi buruk (Stunting) yaitu Alfiah dan Tuk Maida Br. Dalimunthe yang berusia hampir 3 tahun dan tinggal di Jalan Pertiwi tepatnya di Gang Bersama dan Gang Sembada di Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan itu, Wong mengatakan bahwa kondisi keduanya sudah menujukan perubahan yang cukup baik.

“Setelah di lihat langsung kondisinya, saya merasa senang. Namun, kondisi bayi alfiah yang tinggal bersama neneknya masih membutuhkan perhatian khusus, sebab kondisinya belum dapat berjalan karena diduga tulang punggungnya masih lemah, tetapi lumayan sudah ada perubahan. Dia (Alfiah) kalau diajak bicara sudah mau merespon. Sementara bayi Tuk Maida saat ini kondisinya sudah benar-benar membaik karena sudah bisa bicara dan berjalan,” jelasnya Minggu (07/8/2022) di Medan.

Kepada awak media, lanjut Wong mengaku, pemberian vitamin dan susu untuk kedua bayi tersebut akan diberikan hingga kondisi bayi tidak dalam kriteria stunting lagi.

“Kita lihat dulu ya, vitamin Curcuma plus, susu Pediasure itu kita berikan sampai kondisi bayinya benar-benar membaik. Nanti jika tidak terlihat syunting lagi, pemberian vitamin dan susu dihentikan,” katanya.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Dengan adanya bantuan yang diberikan ini, sekretaris Komisi II DPRD Kota Medan ini berharap agar angka anak stunting di Kota Medan dapat berkurang. “Kalau bisa jangan ada lagi bayi stunting atau gizi buruk di Kota Medan ini. Disini kita juga berkolaborasi dengan pemko Medan untuk mengurangi angka bayi stunting,” tutupnya.(rizky)