Kanal Pengaduan Disdik Medan Berjalan Efektif, Masyarakat Merasa Terbantu Karena Laporan Langsung Direspon

News690 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Komitmen Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam membenahi dan meningkatkan pelayanan publik sudah terbukti. Seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan pun diminta Bobby Nasution untuk berinovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Layanan pengaduan Call Center Dinas Pendidikan merupakan salah satu inovasi di bidang pendidikan. Sejak dibuka kanal pengaduan tersebut ratusan laporan dan aduan masyarakat masuk, aduan tentang Pungutan Liar (Pungli) mendominasi laporan yang masuk.

Seluruh pengaduan yang masuk ke Call Center 0853 7109 3888 yang mencapai ratusan ini langsung di respon dan ditangani Dinas Pendidikan setiap harinya. Bahkan permasalahan yang seharusnya masuk ranah Provinsi Sumut juga terdapat di layanan pengaduan. Laporan tersebut tetap direspon Dinas Pendidikan Kota Medan dan diteruskan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sumut.

Dengan banyaknya laporan yang masuk ke layanan pengaduan call center ini membuktikan bahwa layanan di bidang pendidikan berjalan efektif. Artinya keberadaan kanal aduan ini membuat masyarakat yang dahulunya tidak tahu bagaimana menyampaikan keluhannya, sekarang dengan mudah disampaikan dan langsung ditindaklanjuti.

Manfaat dari layanan Call Center Dinas Pendidikan ini pun dirasakan Muhammad Yusuf, orang tua siswa kelas VII SMPN 39 Medan, Jalan Young Panah Hijau, Medan Labuhan. Diakuinya kanal aduan ini sangat bermanfaat dan efektif sebab begitu melaporkan permasalahan Pungli yang dialaminya, Dinas Pendidikan langsung merespon dan menindaklanjuti serta menyelesaikan permasalahan tersebut.

Muhammad Yusuf pun menceritakan awal permasalahan yang terjadi, dijelaskannya waktu itu dirinya akan memindahkan anaknya dari pesantren ke SMPN 39 Medan. Dengan membawa surat keterangan pemindahan, Muhammad Yusuf mendatangi SMPN 39 Medan dan bertemu pihak sekolah. Namun setelah bertemu dan menjelaskan tujuannya pihak sekolah meminta biaya untuk pemindahan anaknya.

“Pihak sekolah meminta biaya pemindahan sebesar Rp 1,5 Juta Rupiah. Saya merasa kenapa memakai biaya. Namun karena anak saya harus bersekolah, saya tetap mengusahakan dan memberikan uang tersebut setelah terjadinya penawaran harga yang diminta Pihak sekolah sebesar Rp 1 Juta rupiah,” Jelasnya sembari mengungkapkan bahwa dirinya sudah menyampaikan ke Pihak sekolah tidak ada uang untuk pemindahan, kalaupun ada terpaksa berhutang.

Kemudian Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa permasalahan ini disampaikannya juga kepada tetangga dan kerabatnya. Mereka menyarankan agar dirinya melaporkan permasalahan yang dilakukan oknum SMPN 39 Medan ke Call Center Disdik. Begitu mengetahui, Muhammad Yusuf langsung melaporkannya dan tanpa disangka laporan tersebut langsung direspon dan ditindaklanjuti oleh Disdik.

“Saya langsung melaporkan masalah ini ke Call Center Disdik. Ternyata laporan saya langsung direspon dengan balasan bahwasanya tidak ada biaya pemindahan sekolah. Keesokan harinya Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas langsung mendatangi SMPN 39 Medan. Saya pun diminta untuk datang ke sekolah dan di hari itu juga permasalahan diselesaikan, uang yang telah diterima oknum SMPN 39 Medan juga dikembalikan kepada saya,” Ungkapnya dengan penuh gembira.

Muhammad Yusuf juga merasa tenang, sebab setelah permasalahan itu Disdik juga meminta jika kedepannya saya maupun anak saya mendapatkan intimidasi dari pihak sekolah agar segera melaporkan ke Call Center. “Kemarin saya diminta jika ada apa- apa ataupun kendala dengan anak bapak laporkan saja langsung. Alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada permasalahan apa- apa. Semuanya sudah selesai,” sebutnya.

Selanjutnya Muhammad Yusuf menilai layanan pengaduan call center Disdik ini sangat bermanfaat dan membantu. Apalagi masyarakat seperti kami ini yang kurang memahami bagaimana cara menyampaikan aduan jika terjadi peristiwa seperti yang dialaminya.

“Saya sangat terbantu sekali dengan adanya kanal aduan ini. Apalagi orang seperti kami yang tidak mengerti gimana mengadu jika terjadi permasalahan seperti yang saya alami. disamping itu biaya yang diminta sebesar itu sangat berat bagi kami. Saya berharap kejadian ini tidak lagi terjadi cukup saya yang merasakannya,” Ujar Muhammad Yusuf.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar diwakili Sekretaris Dinas Kiki Zulfikar mengungkapkan bahwa inovasi yang dibuat Disdik ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ratusan laporan masuk ke kanal aduan setiap harinya dan langsung ditindaklanjuti dengan cepat oleh Disdik. Selain laporan aduan yang merupakan ranah Pemprov Sumut, terdapat juga laporan yang seharusnya disampaikan ke Disdik Kabupaten/ Kota. Seperti kemarin masuk aduan dari warga Kabupaten Asahan, tetap direspon dan diteruskan ke pihak Disdik Asahan.

“Laporan lainnya yang masuk ke Kanal aduan adalah terkait bantuan PIP, ada seorang siswa SD Nasrani 3 di Jalan Turi yang seharusnya sudah dapat mengurus bantuan PIP, tetapi terkendala karena tidak ada surat keterangan dari pihak sekolah. Kita tindaklanjuti langsung ke pihak sekolah, Alhamdulillah saat ini siswa tersebut sudah bisa mengurus bantuan PIP tersebut,” Jelas Sekretaris Disdik Medan.(rizky)