Hakim Perintahkan Iwan dan Nurlela Dijadikan Tersangka Kasus Korupsi Ma’had UINSU

News55 Dilihat

MEDAN-Sidang perkara tindak pidana korupsi program ma’had mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) tahun 2020 semangkin mamanas. Pasalnya Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan mengultimatum 2 orang agar segera dijadikan tersangka.

Perkara korupsi program Ma’had Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN SU) tahun 2020 terlalu banyak. “Saya perintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menjadikan kedua orang  yakni Iwan selaku eks Staf Saidurrahman yang saat itu menjabat sebagai Rektor UIN SU dan juga Nurlaila selaku eks Wakil Dekan (WD) III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN SU sebagai tersangka,” perintah Majelis Hakim kepada JPU.

Desakan tersebut dilayangkan As’ad Rahim selaku Hakim Anggota kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat Iwan dan Nurlaila diperiksa sebagai saksi kasus Tipikor ini di ruang sidang Cakra 2, Kamis (23/11/2023).

Setelah itu, Hakim As’ad pun memerintahkan JPU untuk melakukan pengembangan dan melanjutkan penyidikan terhadap kasus korupsi ma’had ini untuk menetapkan Iwan sebagai tersangka.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Lanjutkan penyidikan, kenakan Pasal 55 KUHP (turut serta),” cetus Hakim kepada JPU.

Setelah memerintahkan JPU untuk segera menjadikan Iwan sebagai tersangka, Hakim As’ad kemudian juga memerintahkan JPU untuk menetapkan Nurlaila sebagai tersangka.

“Ini Nurlaila juga, lanjutkan penyidikannya. Kenakan Pasal 55 KUHP. Kami tunggu,” ucap As’ad Rahim seraya menunjuk dengan jari telunjuk kanannya ke arah Nurlaila. 

Usai memeriksa saksi Iwan dan Nurlela, kemudian Majelis Hakim menunda sidang. “Sidang ini kita tunda hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi yang lain,”bilang Majelis Hakim sembari mengetukkan palunya.(lin)