Gaungkan Nilai Budaya Rempah, Gelar Spektakel Lidah Gen Z 10–11 April 2026

News587 Dilihat

 MEDAN-  Upaya menghidupkan kembali kesadaran generasi muda terhadap nilai historis dan kultural rempah Nusantara akan digelorakan melalui program Spektakel Lidah Gen Z.

Acara itu dijadwalkan berlangsung pada 10–11 April 2026 di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Medan.

Mengusung tema Eksplorasi Rempah di Ruang Performatif, kegiatan ini dirancang sebagai strategi pemajuan kebudayaan dengan pendekatan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan eksistensi rempah di tengah arus digitalisasi.

Program ini digagas Herawanti Handayani, pengurus harian Teater Rumah Mata.

Dengan mendapat dukungan Program Layanan Produksi Kegiatan Kebudayaan 2025 kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.

Herawanti menuturkan, kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan atas semakin memudarnya pemahaman generasi muda terhadap posisi strategis rempah dalam sejarah bangsa.

“Rempah pernah menjadi simbol kemakmuran dan alasan dunia datang ke Nusantara. Namun kini, banyak yang memandangnya sekadar bumbu dapur,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Didampingi pendiri Teater Rumah Mata, Agus Susilo, ia menuturkan perubahan pola konsumsi generasi muda yang semakin akrab dengan perisa buatan membuat kedekatan terhadap rasa alami rempah kian berkurang.

Menurut dia, fenomena ini dinilai bukan semata soal selera, melainkan juga menyangkut identitas budaya dan kesadaran sejarah.

Dikatakannya, kegiatan ini menyasar generasi kelahiran 1997–2012 dengan tujuan memperkenalkan kembali bentuk, cita rasa, serta nilai ekonomi rempah sebagai bagian dari potensi industri kreatif berbasis budaya.

Berbagai kompetisi disiapkan dalam rangkaian acara, antara lain lomba meracik resep berbasis rempah, taman rempah 1×1 meter, akting tematik, lomba konten kreatif, hingga peragaan busana berbasis rempah.

Agus Susilo menambahkan, pendekatan kreatif dipilih agar generasi muda tidak hanya mengenal rempah secara konseptual, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi karya dan inovasi.

Panitia menargetkan sedikitnya 800 peserta dari delapan kategori lomba dengan estimasi total pengunjung mencapai 1.000–1.500 orang.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Seluruh proses persiapan dan sosialisasi turut melibatkan generasi muda yang menjangkau sekolah, kampus, serta berbagai komunitas di Kota Medan.

Selain kompetisi, kegiatan juga akan diramaikan pertunjukan teater bertajuk Rental Lidah, dongeng rempah, serta panggung ekspedisi rempah yang memadukan musikalisasi puisi, tari, dan storytelling.

Pendaftaran dibuka tanpa dipungut biaya dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

Melalui program ini, penyelenggara berharap generasi muda tidak sekadar mengenal rempah sebagai warisan sejarah, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi inovasi budaya yang memperkuat identitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (swisma)