MEDAN- Upaya menghidupkan kembali kesadaran generasi muda terhadap nilai historis dan kultural rempah Nusantara akan digelorakan melalui program Spektakel Lidah Gen Z.
Acara itu dijadwalkan berlangsung pada 10–11 April 2026 di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, Medan.
Mengusung tema Eksplorasi Rempah di Ruang Performatif, kegiatan ini dirancang sebagai strategi pemajuan kebudayaan dengan pendekatan perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan eksistensi rempah di tengah arus digitalisasi.
Program ini digagas Herawanti Handayani, pengurus harian Teater Rumah Mata.
Dengan mendapat dukungan Program Layanan Produksi Kegiatan Kebudayaan 2025 kategori Pendayagunaan Ruang Publik dari Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.
Herawanti menuturkan, kegiatan tersebut lahir dari kegelisahan atas semakin memudarnya pemahaman generasi muda terhadap posisi strategis rempah dalam sejarah bangsa.
“Rempah pernah menjadi simbol kemakmuran dan alasan dunia datang ke Nusantara. Namun kini, banyak yang memandangnya sekadar bumbu dapur,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).
Didampingi pendiri Teater Rumah Mata, Agus Susilo, ia menuturkan perubahan pola konsumsi generasi muda yang semakin akrab dengan perisa buatan membuat kedekatan terhadap rasa alami rempah kian berkurang.
Menurut dia, fenomena ini dinilai bukan semata soal selera, melainkan juga menyangkut identitas budaya dan kesadaran sejarah.
Dikatakannya, kegiatan ini menyasar generasi kelahiran 1997–2012 dengan tujuan memperkenalkan kembali bentuk, cita rasa, serta nilai ekonomi rempah sebagai bagian dari potensi industri kreatif berbasis budaya.
Berbagai kompetisi disiapkan dalam rangkaian acara, antara lain lomba meracik resep berbasis rempah, taman rempah 1×1 meter, akting tematik, lomba konten kreatif, hingga peragaan busana berbasis rempah.
Agus Susilo menambahkan, pendekatan kreatif dipilih agar generasi muda tidak hanya mengenal rempah secara konseptual, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi karya dan inovasi.
Panitia menargetkan sedikitnya 800 peserta dari delapan kategori lomba dengan estimasi total pengunjung mencapai 1.000–1.500 orang.
Seluruh proses persiapan dan sosialisasi turut melibatkan generasi muda yang menjangkau sekolah, kampus, serta berbagai komunitas di Kota Medan.
Selain kompetisi, kegiatan juga akan diramaikan pertunjukan teater bertajuk Rental Lidah, dongeng rempah, serta panggung ekspedisi rempah yang memadukan musikalisasi puisi, tari, dan storytelling.
Pendaftaran dibuka tanpa dipungut biaya dengan total hadiah puluhan juta rupiah.
Melalui program ini, penyelenggara berharap generasi muda tidak sekadar mengenal rempah sebagai warisan sejarah, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi inovasi budaya yang memperkuat identitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. (swisma)






