Dewan Minta Pemko Tambahkan Ornamen Tanduk di Gapura Batas Kota Medan

News149 Dilihat

MEDAN – Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan Daniel Pinem meminta Pemkot Medan melengkapi ornamen tanduk dengan ‘kepala kerbau’ berbentuk rumah adat Suku Karo di gapura batas Kota Medan.

“Kita minta agar ornamen di atas gapura itu segera diganti dengan ornamen kepala kerbau. Tentu kalau kelapa kerbau ada tanduknya,” ucap Daniel di Medan, Rabu (22/2/203).

Proses revitalisasi yang tengah dilakukan di Jalan Jamin Ginting, Simpang Tuntungan, Kota Medan ini merupakan perbatasan Kabupaten Deli Serdang menuju Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Ornamen kepala kerbau berikut tanduknya tidak terlihat di bagian atas gapura Kota Medan yang berbentuk rumah adat Suku Karo tersebut.

Di bagian atas gapura tu cuma ada rumah adat Suku Karo yang sedang proses penyelesaian ini cuma terdapat ornamen berbentuk tanduk tanpa “kepala kerbau”.

“Jadi rumah adat Karo itu memang harus ada kepala kerbau di atasnya, karena itulah identitas Suku Karo. Kalau tidak ada kepala kerbau di atasnya, ya bukan rumah adat Karo namanya,” terang dia.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Dijelaskannya Guru Patimpus Sembiring Pelawi merupakan pendiri Kota Medan, sementara Kecamatan Medan Tuntungan merupakan perbatasan Kota Medan dengan Kabupaten Deli Serdang dan sekaligus pintu masuk Kabupaten Karo.

“Kota Medan merupakan kota multi etnis, dan identitas Kota Medan tidak terlepas juga dari Suku Karo. Identitas seperti ini tidak boleh hilang, karena ini salah satu kekayaan Kota Medan. Kita harap Dinas Perkim segera menindaklanjuti hal ini,” pungkas Daniel. (red)