BMPD Medan Run 2025 Dorong Ekonomi Ciptakan Legacy untuk Sumut

News663 Dilihat

MEDAN— Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Sumatera Utara sekali lagi menorehkan sejarah lewat event tahunan bergengsi BMPD Medan Run 2025.

Salah satu inovasi dari BMPD Medan Run 2025, penerapan teknologi chip timing system MYLAPS yang menjamin keakuratan waktu tempuh setara ajang lari kelas dunia.

Sebuah bukti nyata komitmen BMPD menghadirkan lomba yang profesional, modern, dan transparan.

Membawa semangat “Run on, taste it  & make legacy ”, tak sekadar menguji ketahanan fisik, BMPD Medan Run juga menjadi media promosi sport tourism, inovasi teknologi dan meningkatkan pace ekonomi Sumatera Utara ( Sumut).

Pada BMPD Medan Run 2025 itu tampak antusiasme peserta meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.

Terbukti, hampir 3000 pelari dari berbagai penjuru nusantara hingga mancanegara, termasuk China, Malaysia, dan Singapura, memadati jantung Kota Medan.

Lapangan Benteng, Minggu (13/7/2025) sejak pagi pun disulap menjadi lautan dengan kehadiran ribuan pelari yang penuh semangat.

Ketua BMPD Sumut sekaligus Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brand Hutabarat menyampaikan,  BMPD Medan Run menorehkan legacy melalui perlombaan lari yang  memberikan manfaat kepada peserta

Selain itu juga memberikan social impact, dimana sebagian dari biaya pendaftaran digunakan untuk donasi perlengkapan olahraga bagi atlet muda berprestasi  Sumut.

Menurut Rudy, sebuah langkah nyata menjadikan ajang ini sebagai gerakan sosial berkelanjutan, bukan sekadar lomba tahunan belaka.

Keberhasilan lain yang patut dibanggakan pada event ini adalah BMPD Medan Run sukses memecahkan rekor MURI untuk transaksi kopi menggunakan QRIS oleh pelari terbanyak.

MURI mencatat 3.366 pelari memecahkan rekor dengan scan Rp1 via QRIS sekaligus menikmati kopi lokal terbaik Sumatra Utara.

Hal ini menjadi simbol dari menyatunya inovasi digital, edukasi pembayaran non-tunai, sekaligus promosi kopi Sumut ke pentas nasional.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Lebih dari sekadar berlari, BMPD Medan Run 2025 juga menanamkan warisan berharga untuk generasi muda  sebut Rudy.

Sebanyak 10% biaya pendaftaran dialokasikan untuk pengadaan perlengkapan olahraga bagi atlet muda berprestasi  Sumut.

“Ini sebuah langkah nyata menjadikan ajang ini sebagai gerakan sosial berkelanjutan, bukan sekadar lomba tahunan belaka,” kata Rudy.

Rudy juga menekankan dampak BMPD Medan Run sebagai event penggerak ekonomi Sumut. Hal itu sejalan dengan Asta Cita ketiga yaitu mendorong kewirausahaan untuk membuka lapangan kerja dan menggairahkan ekonomi daerah. ( swisma)