Bawaslu Sumut: Jangan Ada Kutipan Uang di Rekrutmen Panwascam

News301 Dilihat

MEDAN – Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Data Informasi Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara (Kordiv Humas dan Datin Bawaslu Sumut), Saut Boangmanalu S.Th MM melakukan monitoring rekrutmen dalam pendaftaran calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) untuk Pilkada 2024.

“Supervisi dan monitoring perekrutan pengawas kecamatan merupakan proses penting untuk memastikan bahwa seleksi dilakukan secara transparan dan adil,” kata Saut Boangmanalu melalui siaran pers, Kamis (9/5/2024).

Saut Boangmanalu juga menjelaskan, supervisi dan monitoring guna memastikan pengawas yang dipilih memiliki kualifikasi yang sesuai dan integritas tinggi.

Menurut Saut Boangmanalu, dibukanya penerimaan Panwascam untuk pendaftar baru ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung dengan lembaga Bawaslu dalam melakukan proses pengawasan tahapan Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota serentak 2024.

“Jadi setelah proses seleksi existing selesai dan terdapat kekurangan, maka Bawaslu kembali menerima berkas bagi pendaftar baru,” ujarnya.

Dijelaskannya, proses diseleksi dilakukan Bawaslu Kabupaten Kota. Ia mengingatkan, pendaftar baru adalah pendaftar yang bukan berasal dari jajaran adhoc pada Pemilu 2024, dengan mengikuti tahapan sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan.

Saat melakukan monitoring rekrutmen tersebut di Kabupaten Dairi, rekrutmen Panwascam existing yang lulus adalah 28 orang.

Sedangkan untuk pelamar baru hingga 7 Mei pukul 23.59 WIB berjumlah 58 pelamar, terdiri dari 45 orang pelamar laki-laki dan 13 orang pelamar perempuan.

Saut Boangmanalu menuturkan, pelamar di luar existing adalah pelamar dengan kemampuan dan sesuai dengan aturan.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Ia pun berharap Panwas existing dan pendaftar baru adalah pengawas yang berintegritas serta tidak terpengaruh dengan money politic.

“Jika ada informasi terkait adanya kutipan uang atau adanya pengaruh lain dalam proses seleksi, segera sampaikan kepada kami,” tegasnya.

Setiap orang yang terlibat dalam praktik tersebut, katanya akan dikenai sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan berlaku (swisma)