Afif Abdillah Soroti Minimnya Strategi Dinas Perdagangan Medan Stabilkan Harga Pasar

News393 Dilihat

MEDAN – Minimnya strategi Pemerintah Kota (Pemko) Medan, khususnya Dinas Perdagangan (Disdag), PUD Pasar serta Dinas Ketahanan Pangan (Distapang), dalam upaya menjaga dan menstabilkan harga komoditi pokok, kembali disorot Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kota Medan, Afif Abdillah.

“Kenaikan harga BBM cukup fantastis dan berdampak luas. Tidak hanya di sektor ekonomi, namun juga sektor lainnya. Dampak paling dirasakan, yakni melonjaknya sejumlah harga komoditi pokok. Padahal, masyarakat masih dalam kondisi pemulihan pasca ‘terpukul’ pandemi covid-19 selama hampir tiga tahun terakhir,” kata Afif Abdillah saat dihubungi via seluler, Selasa siang (6/9/2022).

Itu sebabnya, lanjut politisi Partai Nasdem ini, pemerintah daerah harus memiliki strategi nyata, berjangka panjang dan tidak bersifat sesaat. Baik terkait upaya menstabilkan harga pasar, pengawasan terhadap tengkulak agar tidak leluasa bermain serta memastikan ketersediaan komoditi.

“Karena, pada hakikatnya, kestabilan pasar dan ekonomi mendorong kestabilan sektor-sektor lainnya. Ekonomi yang baik, membawa iklim politik yang bagus, termasuk soal keamanan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, dari temuan di sejumlah pasar yang ada di Kota Medan, harga komoditi pokok sangat bervariasi dan terus bergerak naik.

“Seperti harga daging di pasar induk. Meskipun masih di kisaran harga Rp60 ribuan, namun di pasar lainnya, harga bergerak naik di kisaran Rp100 ribu. Sama halnya komoditi lain, seperti cabai, bawang maupun beras. Yang bahkan sebelum kenaikan BBM diumumkan, harga komoditi tersebut sudah perlahan naik,” terang Afif.

Ketua DPD Partai Nasdem Kota Medan ini pun mencontohkan upaya-upaya terstruktur di daerah lain yang dinilai cukup berhasil menstabilkan harga komoditi pokok.

“Di DKI Jakarta, mereka punya PD Pasar Jaya yang berperan menjemput langsung sejumlah komoditi pokok dari petani, sehingga harga bisa lebih terkendali. Hal ini sebenarnya bisa diterapkan Pemko Medan melalui PD Pasar,” terangnya lagi.

DPRD sebagai legislatif, lanjutnya, yang salah satu perannya untuk merumuskan peraturan daerah (perda), akan memberi dukungan melalui regulasi agar hal itu bisa diterapkan.

“Kalau memang dibutuhkan regulasi untuk program seperti itu, kita sebagai legislatif, pasti siap mendukung sepenuhnya. Apalagi ini demi kepentingan warga Kota Medan. Kasihan warga, apalagi yang tingkat kemapanan ekonominya masih di bawah, paling terdampak dengan kenaikan harga saat ini,” ujarnya.

Afif pun menyinggung Mou PD Pasar dengan PT Pilar, yang disebutnya masih belum jelas wujud kesepakatannya.

“Saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa waktu lalu, pihak PD Pasar ada menjelaskan MoU dengan PT Pilar, yang tujuannya untuk membantu memastikan ketersediaan komoditi pasar. Namun, masih belum jelas bagaimana posisi PD Pasar dalam MoU ini. Jangan sampai terjadi, dengan kerjasama itu, harga komoditi justru lebih mahal dari daerah lainnya,” tutup Afif.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

RDP JELANG KENAIKAN BBM

Sebelumnya, Rabu (24/8/2022) lalu, Komisi III DPRD Medan menggelar RDP dengan Disdag dan PUD Pasar Kota Medan, antisipasi lonjakan harga komoditi bahan pokok, jelang kenaikan sejumlah harga BBM.

Namun, Komisi III sempat tampak kecewa, karena penjelasan dari Disdag tidak fokus pada upaya dan strategi nyata agar kenaikan harga komoditi tetap signifikan, tidak sampai menyebabkan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan saat itu, Afif berkali-kali mengingatkan, bahwa yang dibutuhkan warga Kota Medan adalah strategi komplit apa yang dilakukan Disdag dan PUD Pasar, mengantisipasi kenaikan harga BBM.

Terkait program Food Station yang dijabarkan Disdag dan MoU PD Pasar dengan PT Pilar, menurut Afif, belum bisa dianggap sebagai solusi langsung terkait upaya menghadapi lonjakan harga komoditas, jelang kenaikan harga bbm.

“Yang dibutuhkan saat ini, strategi komplit yang nyata dari dari Dinas Perdagangan dan PUD Pasar, maupun perangkat daerah terkait, untuk menekan lonjakan harga dan ketersediaan komoditi di pasar. Apalagi saat ini juga sudah ada satgas pangan,” ujarnya.

PERLAHAN NAIK

Sementara itu, pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga bahan pokok terlihat relatif stabil pasca sehari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) ditetapkan naik. Namun perlahan naik saat memasuki hari kedua.

Sejumlah pedagang mengatakan, relatif stabilnya harga, karena seminggu sebelumnya, di saat isu kenaikan BBM merebak, sejumlah harga komoditi sudah perlahan beranjak naik.

“Seperti beras, telur, cabai, harganya sudah naik sebelum kenaikan BBM diumumkan. Kenaikan pun bervariasi. Beras naik di kisaran Rp5 ribuan. Telur dari harga Rp1.600 sudah Rp2.000. Begitu juga gula, cabe sudah sudah naik. Biasanya, kenaikan harga semakin tampak saat seminggu setelah kenaikan BBM, bang,” ucap Widia, salah seorang pedagang di Pasar Sekambing.

Para pedagang juga mengeluhkan rendahnya daya beli masyarakat, khususnya pasca kenaikan BBM. “BBM naik, harga bahan pokok naik, yang beli sepi. Serba susahlah jadinya,” keluh pedagang lainnya.

Diketahui, pemerintah telah mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi Pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter, solar subsidi dari Rp5.150 menjadi Rp6.800 per liter, pertamax nonsubsidi dari Rp12.500 menjadi Rp14.500/liter yang berlaku sejak Sabtu (3/9) sore. (red)