15 Oktober – 14 Nopember 2022, BPS Sumut Kerahkan 21.262 Petugas Regsosek

News625 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, DELISERDANG-
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara kerahkan 21.262 petugas pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di 33 kabupaten/ kota provinsi ini pada 15 Oktober – 14 Nopemberr 2022.

“Para petugas pendataan Regsosek tersebut dibekali pendalaman materi melalui pelatihan,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Nurul Hasanudin dalam workshop yang digelar pada 16-19 Oktober 2022 di Prime Plaza Kualanamu, Deliserdang.

Workshop yang bertemakan “Peningkatan Literasi Statistik bagi insan pers dan ekspose data sosial ekonomi Sumatera Utara 2022 itu diikuti wartawan dari puluhan media di Sumut.

Nurul menyebutkan  dari 21.262 petugas Regsosek  di Sumatera Utara itu merupakan dari 33 kabupaten/kota, 455 kecamatan dan 6.132 desa.

Dia juga menyebutkan secara nasional BPS mengerahkan 441.653 petugas di 514 kabupaten/kota, 7.274 kecamatan dan 84.096 desa yang ada di Indonesia.

Ketua Tim Fungsi Statistik BPS Sumut Azantaro menambahkan pendataan Regsosek 2022 untuk mendapatkan satu data program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Menurutnya perlu upaya perbaikan data sosial ekonomi yang mencakup seluruh penduduk. Anggaran Regsosek secara nasional mencapai Rp12 triliun.

“Untuk itu diperlukan ekosistem pendataan perlindungan sosial yang terintegrasi secara menyeluruh melalui Regsosek,” kata Azantaro.

Data ini juga bisa dipakai lembaga/instansi pemerintah juga swasta, termasuk data penerima bantuan sosial (Bansosr) agar tepat sasaran.

Ia menjelaskan jika Sensus Penduduk, data yang dikumpulkan lebih mengarah kepada jumlah penduduk.

Sedangkan Regsosek fokus kepada kondisi kehidupan masyarakat, kaya atau miskin. Menurutnya pendataannya lebih kepada pendekatan keluarga. Jadi variabel yang dikumpulkan seperti kependudukan, tenaga kerja, perumahan, perlindungan sosial, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

Dia berharap partisipasi masyarakat dalam memberikan data yang sebenarnya kepada petugas. Pasalnya data yang mau diambil memang tentang kondisi kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, para petugas di lapangan sudah diberikan pemahaman dan dilatih untuk mendata Regsosek ini.

“Kita berharap dalam beberapa hari berjalan, pendataan lancar dan belum ada laporan hambatan di masyarakat,” pungkasnya. ( swisma