MEDAN-Universitas Medan Area (UMA) bersinergi dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros melakukan benchmarking pengelolaan limbah kulit durian di kampus UMA Jalan Kolam Medan Estate.
Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan MEng MSc kepada wartawan menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian pada masyarakat dan juga penelitian.
“Melalui kegiatan ini UMA konsisten melakukan tri dharma perguruan tinggi sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan nantinya,” katanya, Sabtu (14/6/2025).
Disebutkannya, UMA sebagai salahsatu perguruan tinggi terbaik di Sumatera Utara siap menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, berdaya saing, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, serta negara dengan menerapkan pilar tri dharma perguruan tinggi tersebut.
Upaya itu, katanya penting dilakukan karena persaingan dunia kerja yang saat ini sangat kompetitif .
Dengan kegiatan yang digelar itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan inovasi. Dengan demikian lulusan UMA nantinya akan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan negara.
Kegiatan yang digelar pada Rabu (11/6/2025) itu dihadiri Wakil Rektor UMA Bidang Riset, Publikasi dan Kemitraan, Dr. Ir. Rahmad Syah M.Kom Asean, Eng, APEC, Eng sekaligus membuka acara tersebut dan Ketua Green Matric UMA, Saipul Sihotang SSi MBiotek.
Hadir juga Supervisor HSSE & Fleet Safety, Yunianto Arif Suryawan, Junior Supervisor HSSE, Agil Bagus, Comdev Officer: Zukhruf Arifin, Comdev Officer: Muhson Arifin dan
Kepala Desa Alasmalang, Katam.
Tampil sebagai pembicara, Dr Roslinana Lubis SSi MSi yang menyampaikan materinya berjudul Preparasi Serat dari limbah kulit durian, Bobby Umroh ST MT, PhD dengan judul materi mesin dan alat yang dibutuhkan dan Prof Drs Basuki Wirjosentono MSi PhD dengan judul materi ceramah modifikasi selulosa dari limbah kulit durian menjadi dry chemical fire extinguishing powder.
Kegiatan benchmarking ini dilakukan untuk mempelajari inovasi pengelolaan limbah kulit durian menjadi serat dan tepung bernilai guna tinggi.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan riset dan teknologi ramah lingkungan yang mendukung prinsip circular economy.
Kegiatan benchmarking ini membahas secara langsung praktik pemanfaatan limbah kulit durian dan bahan-bahan alami lainnya menjadi berbagai produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan, hingga potensi produk inovatif lainnya.
Tujuannya tidak hanya untuk mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui pengembangan produk berkelanjutan berbasis limbah organik.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah desa dalam menciptakan ekosistem pengelolaan limbah terpadu yang efektif, efisien, dan berbasis kearifan lokal.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah desa dalam menciptakan ekosistem pengelolaan limbah terpadu yang efektif, efisien, dan berbasis kearifan lokal.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif dan komitmen bersama untuk terus mengembangkan inovasi lingkungan yang tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga berdaya guna secara sosial dan ekonom serta membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. ( swisma)