Tingkatkan Kualitas Riset dan Reputasi Akademik, Rektor USU Tandatangani Program Equity 2025

Edukasi187 Dilihat

MEDAN-Guna meningkatkan kualitas riset dan reputasi akademik, USU bersama 22 PTN BH tandatangani kontrak Program Equity 2025 World Class University / Times Higher Education Impact Rankings di Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengatakan program yang bermitra dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi secara merata.

“Kami mengapresiasi LPDP yang terus mendukung Kemendiktisaintek dengan dana abadi yang kali ini dialokasikan untuk peningkatan riset,” kata Mendiktisaintek, Brian Yuliarto
dalam keterangan tertulis yang dilansir Kamis (28/8/2025).

Disebutkanya, program ini mencakup kemitraan antara PTN BH, PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Satker (Satuan Kerja), dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Dengan pendanaan yang telah dialokasi untuk program ini, sebutnya silakan bersinergi antara para dosen di kampus masing-masing.

Brian mendorong penelitian dari riset fundamental hingga terapan, serta lakukan kolaborasi antarkampus.

Menteri  juga menekankan bahwa pemeringkatan perguruan tinggi merupakan dampak dari peningkatan kualitas kampus,serta cerminan kualitas riset Indonesia dibandingkan negara lain.

Para rektor yang hadir didorong untuk saling berbagi ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi dengan pihak dalam maupun luar negeri untuk mengetahui praktik di bidang masing-masing.

Rektor USU, berterima kasih dan menyambut baik program yang dilaksanakan Kemdiktisaintek.

“Saya mewakili USU, sangat berterima kasih atas kepercayaan Kemdiktisaintek untuk melaksanakan program Equity 2025 WCU)/ Times Higher Education (THE) Impact Rankings ini” kata Muryanto.

Muryanto menegaskan, pihaknya akan mengemplimentasikan dan meminta kepada seluruh fakultas di USU dalam mensukseskan program yang digagas tersebut.

“Kami akan laksanakan dengan baik apa yang menjadi program Kemdiktisaintek,” ujarnya.

Seperti diketahui saat ini 28 prodi di USU telah mendapat akreditasi internasional dari lembaga yang bereputasi.

Dia berharap USU selain diakui di tingkat nasional, USU juga memenuhi standar global.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi  menjelaskan, upaya transformasi perguruan tinggi program Equity 2025 merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2021, tentang Dana Abadi di Bidang Pendidikan dalam rangka memperkuat pendidikan tinggi.

Dijelaskannya, peringkat global merupakan indikator dengan tujuan akhir untuk mewujudkan keunggulan dalam pengajaran, kuat dalam riset, inovatif dalam teknologi, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan dapat memberikan kontribusi nyata untuk bangsa dan dunia sesuai paradigma “Diktisaintek Berdampak”.

“Kita arahkan dana abadi pendidikan untuk percepatan dan pemerataan transformasi pendidikan tinggi. Program ini didesain agar konsisten dan berkelanjutan,” jelas Khairul.

Senada dengan Mendiktisaintek, Dirjen Khairul juga mengapresiasi LPDP yang berkontribusi tidak hanya sebagai pengelola dana, tetapi sebagai mitra strategis Kemdiktisaintek yang memastikan pendanaan akan dikelola dengan akuntebel, transparan dan berdampak

Direktur Fasilitasi Riset LPDP, Ayom Widipaminto menekankan, pengelolaan dana abadi perguruan tinggi merupakan instrumen penting untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi Indonesia.

Harapannya, pendanaan dari program ini bisa langsung memperkuat kapasitas riset, pengajaran, dan daya saing global 23 PTN BH penerima program Equity 2025.

“Ini menjadi titik awal perguruan tinggi, sebagai lokomotif perkembangan riset dan teknologi, dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik,” ungkap Ayom.

Program Equity 2025 merupakan bentuk komitmen Kemdiktisaintek dalam memperkuat kapasitas riset, inovasi, dan daya saing
perguruan tinggi nasional.

Melalui program ini, pemerintah memastikan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa serta mendukung kebijakan publik secara berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Mukhamad Najib, serta rektor dan perwakilan rektor dari 23 PTN BH yang menerima bantuan dari Program Equity 2025. ( swisma)