MEDAN– Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) serta menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Karenanya kita mendorong agar perguruan tinggi aktif berinteraksi dengan masyarakat untuk memahami kebutuhan riil menghadirkan solusi konkret ” ungkap Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Mukhamad Najib S.TP MM, Jumat (7/11/2025).
Menurut Najib pada kuliah pakar bertajuk “Peran Pendidikan Tinggi dalam Pencapaian SDGs Bidang Pendidikan” di aula kampus STIKes Mitra Husada Medan, Jalan Pintu Air IV Kwala Bekala, Medan Johor, perguruan tinggi itu harus memiliki kesadaran dan kemauan untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat.
Dikatakannya, peran penting kampus itu meliputi pengembangan SDM, inovasi, penelitian, pengabdian pada masyarakat.
Pada kuliah pakar itu dihadiri Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan Dr. Drs. Imran Saputra Surbakti, MM, dan Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, SKM., MKes, serta sivitas akademika kampus tersebut.
Dalam peran perguruan tinggi itu, Najib mencontohkan, STIKes Mitra Husada Medan dapat mengambil peran besar dalam mengatasi berbagai persoalan nasional, seperti stunting, gizi buruk, serta pelayanan kesehatan dasar yang masih belum merata.
“Saya berharap kampus ini bisa membantu pemerintah daerah dan nasional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dia juga mendorong agar STIKes Mitra Husada Medan terus bertransformasi menjadi kampus unggul dan berdaya saing tinggi, bahkan berpotensi menjadi universitas di masa depan.
“Kampus bukan hanya tempat belajar, tapi juga pelopor inovasi. Mahasiswa di sini sungguh beruntung karena mereka disiapkan untuk menjadi manusia yang bekerja bukan sekadar demi profesi, tetapi demi kemanusiaan,” katanya.
Ia menyebutkan, profesi tenaga kesehatan memiliki nilai luhur.
Menyelamatkan satu manusia sama halnya dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.
Dosen yang 20 tahun mengajar dan peneliti di IPB ini juga mengingatkan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi Visi Indonesia 2045, saat Indonesia ditargetkan menjadi negara maju dan berkelanjutan. Untuk mencapainya, diperlukan tenaga kerja terampil yang proporsinya masih rendah di Indonesia.
“STIKes Mitra Husada telah membantu pemerintah meningkatkan proporsi tenaga kerja terampil di bidang kesehatan. Ini kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Prof. Najib juga mengulas rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia yang masih tertinggal dibanding negara-negara ASEAN.
Hingga 2024, APK perguruan tinggi Indonesia baru mencapai 32,06 persen, jauh di bawah Thailand (49,29 persen), Malaysia (43 persen), dan Vietnam (42,22 persen). Singapura bahkan mencapai 91 persen.
Karena itu, pemerintah terus mendorong pemerataan akses pendidikan tinggi, termasuk melalui peran perguruan tinggi swasta (PTS).
Ia menyebut, dari sekitar 12 juta lulusan SMA setiap tahun, baru 9 juta yang bisa kuliah. Masih ada 3 juta anak yang belum punya kesempatan.
Peran kampus seperti STIKes Mitra Husada Medan ini sangat penting untuk memperluas akses tersebut sebagai upaya meningkatkan APK PT.
Ia juga menyoroti kualitas kampus di Indonesia yang masih perlu ditingkatkan. Dari 4.000 perguruan tinggi, baru sekitar 5 persen yang berakreditasi Unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Najib juga menyerahkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Nomor 975/B/O/2025 tentang izin pembukaan Program Studi Keperawatan (S1) dan Program Studi Pendidikan Profesi Ners (Program Profesi) di STIKes Mitra Husada Medan.
Penyerahan SK dilakukan kepada Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan Dr Imran Saputra Surbakti disaksikan Ketua STIKes Dr. Siti Nurmawan Sinaga. Acara juga dirangkai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) kerja sama.
Ketua STIKes Mitra Husada Medan, Dr. Siti Nurmawan Sinaga, menyambut baik kehadiran Prof. Najib sekaligus penyerahan izin dua program baru tersebut.
Ia menegaskan, kampus yang dipimpinnya telah terakreditasi Unggul oleh BAN-PT dan akan terus memperkuat tridarma perguruan tinggi melalui inovasi dan kerja sama strategis.
“Tahun ini kami mendapatkan izin dua program baru, Magister Kebidanan dan Profesi Ners. Ini akan memperkuat kolaborasi akademik dan pencapaian Indikator Kinerja Utama yang ditetapkan Kemdiktisaintek,” ungkapnya.
Ia menambahkan, STIKes Mitra Husada Medan juga aktif menciptakan aplikasi berbasis inovasi dosen, termasuk aplikasi pendataan stunting serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Bahkan kampus ini juga telah lima tahun berturut-turut menggelar konferensi internasional.
Selain aktif dalam berbagai kegiatan riset dan pengabdian, STIKes Mitra Husada menjadi satu-satunya PTS yang terpilih bersama tiga perguruan tinggi negeri (PTN) dari Sumut untuk mengikuti Future Leaders Camp (FLC) 2025 Regional II Sumatera di Universitas Baiturrahmah, Padang.
“Kami ingin terus berkontribusi pada program pemerintah menuju Indonesia Sejahtera 2045, dengan menyiapkan tenaga kesehatan yang unggul, berkarakter, dan berjiwa kemanusiaan,” pungkasnya (sn)