Prof Din Syamsudin Kagumi Kemajuan UMSU Berkembang Pesat

MEDAN– Ketua Poros Dunia Wasatiyyat Islam (Chairman of global Fulcrum of Wasatiyat Islam), Prof Din Syamsuddin, MA mengaku kagum menyaksikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat membanggakan.

“Bagaimana tidak kagum, sekian tahun tidak datang kesini, saya melihat UMSU ada perubahan yang sangat membanggakan. Saya pikir tadi UMSU kampusnya baru, rupanya gedungnya berubah menjadi sangat bagus,” puji Prof Din.

Dia mengatakan hal itu usai menyampaikan kuliah umum bertajuk “Pengarusutamaan wasatiyyat Islam di Indonesia”, pertengahan Januari lalu di auditorium kampus Jalan Mukhtar Basri Medan.

Kemajuan yang dicapai UMSU menurut Prof Din tidak hanya sekedar berupa infrastruktur fisik. “Saya sudah lihat juga bukti-bukti. Paling tidak UMSU sudah lama sekali meraih Akreditasi Unggul,” ucapnya.

Kemajuan kedua, sebutnya, berbagai prestasi akademik juga diraih UMSU. Ada indikator penambahan jumlah guru besar dan juga khususnya prodi-prodi yang terakreditasi unggul sudah ada sekira 20-an dari 40 prodi.

Menurutnya, kemajuan ini semua didukung oleh kepemimpinan Prof. Dr. Agussani, MAP sebagai rektor.

Selain itu juga didukung suasana yang penuh dengan kekeluargaan, keakuran, keguyuban. Sebab, menurutnya begitu ada konflik, lembaga akan terdampak.

Diakuinya mengikuti’ UMSU dari dulu, dari sejak pendiriannya dan juga kepemimpinan demi kepemimpinan di universitas ini.

“UMSU di bawah kepemimpinan Prof Agustani ini bisa kita lihat baik. Saya bukan berkelakar, beliau itu seperti tangan dingin. Visinya kuat, ada mimpi. Saya kebetulan mendidik diri dari dulu untuk berada pada visi yang serupa menjadi orang yang perfeksionis, detailis, memperhatikan detail. Rupanya beliau seperti itu, dan juga diberi apresiasi pengakuan oleh orang-orang lain,” beber Prof Din.

Prof Din menyatakan semua itu memang modal yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin.

Itu karena dirinya selama menjadi ketua umum PP Muhammadiyah dalam kunjungan ke daerah-daerah di hampir seluruh Indonesia telah menyaksikan organisasi Muhammadiyah wilayah daerah Cabang, Ranting atau amal usaha Muhammadiyah, pendidikan kesehatan, sosial maju berkembang

Dikatakannya, seorang pemimpin juga harus punya dua kapasitas tambahan, yakni gila ide, dan mimpi untuk kemajuan masa depan yang tidak banyak yang memilikinya.

“Banyak pemimpin membatasi diri,” ujarnya.

Dua kapasitas tambahan itu jika ditambah dengan ‘bonek’ atau tekad, dia yakin itu merupakan strong motivation, atau motivasi yang kuat.

“Ini adalah jalan terbuka. Everything is possible. Maka mengubah impossibility menjadi possibility ada di UMSU, dan ini perlu diteruskan nanti. Siapapun yang dipilih dan ditetapkan oleh PP Muhammadiyah sebagai penerus ini sudah on the right track,” tuturnya.

Prof Din berharap pada dua tahun ke depan dengan adanya penyelenggaraan muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-49 nanti Kota Medan menjadi semacam daya pacu dan daya picu UMSU, serta Muhammadiyah Sumatera Utara untuk berkembang. Apalagi UMSU sudah ada televisi, dan juga radio.

Prof Din mengaku saat
meninjau lahan kampus terpadu, dia yakin ini akan menjadi kampus yang indah di kalangan universitas di Indonesia.

“Melihat video 3D tempat mukhtamar dan aisyiyah ini luar biasa Rektor UMSU. Saya simpulkan dengan satu kata, membanggakan. Saya membayangkan masa depan, walaupun gambar tiga dimensinya baru dua gedung belum keseluruhan kampus terbaru itu nanti, tapi saya berkeyakinan bahwa kampus terpadu itu nanti menjadi kampus modern,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dengan penataan dari awal apalagi bermula dari sebuah gedung pertemuan, Muktamar Muhammadiyah dan Aisiyah dengan sebuah penataan dan perencanaan dengan side land, market, dia pun yakin UMSU akan bisa mewujudkan kampus terpadu.

Dia juga yakin animo mahasiswa tidak akan berkurang walaupun kampus terpadu berada di luar kota, asalkan jalan dibangun, apalagi pemerintah ikut mendukung dengan adanya transportasi umumnya yang bisa diakses.

Dikatakannya, kawasan itu nanti akan berkembang menjadi kota baru yang akan dihuni para mahasiswa.

“Apalagi kita lihat itu ada kawasan industri, namun katanya akan berpindah ke arah Belawan. Jadi menjadi menarik apalagi kalau pemerintah membangun pusat sains dan teknologi, Tekhno Park, maka akan menjadi kawasan yang mencerahkan kampus terpadu ini,” tuturnya.

Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP menyampaikan progress kampus terpadu UMSU dan lokasi Mukhtamar yang sedang dibangun.

Prof Agussani mengakui bahwa Prof. Din sangat memotivasi UMSU untuk terus berkembang.

“Saya masih ingat salah satu motivasi dan pendorong pada saat itu, Pak Din bilang UMSU harus mengembangkan infrastruktur” katanya.

Disebutkannya, dulu UMSU pettama kalinya ada di Jalan Gedubg Arca kemudian berkembang di Muchtar Basri dan Jalan Denai.

“Selanjutnya  UMSU dengan semangat membangun gedung pascasarjana pada  2013 hingga tahun 2015 gedung diresmikan oleh Pak Din,” urai Prof. Agussani. (swisma)

Recent Posts