MEDAN-STIKes Mitra Husada Medan gelar Capping dan Pinning Day di aula kampus STIKes Mitra Husada Medan, Sabtu (31/1/2026).
Kegiatan itu diikuti 184 mahasiswa progam studi ( prodi) Kebidanan program sarjana, prodi keperawatan program sarjana, dan prodi keperawatan program diploma tiga sebagai tahapan awal sebelum menjalani praktik klinik di rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang MA PhD pada sambutannya menyoroti peluang besar bidan dan perawat Indonesia di kancah internasional.
Bidan dan perawat Indonesia, kata Prof Saiful saat ini memiliki peluang yang sangat besar untuk berkarir di kancah internasional. Hal itu didorong tingginya permintaan global terhadap tenaga kerja kesehatan, seperti tenaga perawat dan bidan.
Menurut dia, meski kemampuan bahasa Inggris tenaga kesehatan Indonesia belum sefasih dari Filipina atau India, namun bidan dan perawat Indonesia memiliki keunggulan sikap yang menjadi pembeda.
“Bidan dan perawat Indonesia punya kelebihan sikap. Mau bekerja sama, mau membantu, dan punya empati. Itu yang menjadi pembeda dan nilai lebih dibanding negara lain,” ungkap Prof. Saiful pada Capping & Pinning Day di aula kampus STIKes Mitra Husada Medan, Sabtu (31/1/2026).
Saiful menyebut budaya gotong royong, empati, serta kemampuan bekerja sama sebagai nilai khas tenaga kesehatan Indonesia yang sangat diminati di berbagai negara.
Sikap tersebut dinilai sejalan dengan karakter pelayanan kesehatan yang dibutuhkan secara global.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan, terutama dalam hal kedisiplinan dan penguasaan bahasa asing.
Meski begitu, Prof. Saiful optimistis kemampuan bahasa akan terasah seiring kebutuhan dan lingkungan kerja.
Menurut dia, bahasa itu bisa dikuasai karena keadaan. Kalau sudah terpaksa digunakan setiap hari, dalam waktu singkat akan terbiasa.
Prof. Saiful juga mengimbau para orang tua agar tidak khawatir apabila anaknya memilih berkarier sebagai bidan atau perawat di luar negeri.
Negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Swiss memiliki regulasi dan sistem keamanan kerja yang ketat, sehingga tenaga kesehatan mendapatkan perlindungan yang memadai.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga bidan dan perawat di berbagai negara saat ini cukup tinggi. Karena itu, penguasaan bahasa asing seperti Inggris, Jepang, Jerman, atau Arab menjadi modal penting bagi lulusan pendidikan tinggi kesehatan.
Prof. Saiful juga berharap STIKes Mitra Husada Medan dapat mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih, dengan tetap konsisten menjalankan peran dan fungsinya sebagai institusi pendidikan tinggi kesehatan dalam mencetak tenaga profesional yang berdaya saing.
Acara Capping & Pinning Day itu dirangkai dengan pengucapan janji mahasiswa yang dipimpin Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, SKM, M.Kes.
Dalam sambutannya, Siti Nurmawan menegaskan bahwa mahasiswa harus menjalankan tugas profesinya atas dasar kemanusiaan serta tidak membeda-bedakan pasien berdasarkan suku, agama, ras, maupun latar belakang lainnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama dan kesetiakawanan dengan sesama tenaga kesehatan.
“Ketika kalian nanti memberikan pelayanan kepada pasien harus ramah, melayani dengan sepenuh hati, profesional, dan mampu menjaga kerahasiaan pasien sesuai janji yang telah diucapkan,” kata Siti Nurmawan.
Siti menuturkan, Capping & Pinning Day merupakan tahapan yang wajib dilalui mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahan selama satu semester, sebelum terjun langsung menjalani praktik di rumah sakit, klinik, maupun layanan kesehatan lainnya.
Pada fase ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh di kelas dalam pelayanan nyata kepada pasien.
Dalam setiap pelaksanaan Capping dan Pinning Day atau pemasangan kap/topi dan pemasangan pin menghadirkan sosok simbolik Florence Nightingale, tokoh perawat dunia yang dikenal sebagai Bidadari Berlampu melambangkan pengabdian, kesucian, dan kesiapan untuk melayani.
Kehadiran figur ini menjadi pengingat nilai luhur profesi keperawatan, bahwa perawat dan bidan tidak hanya menjalankan tindakan medis, tetapi juga memberi cahaya, harapan, dan kehidupan kepada sesama manusia.
Penyematan pin merupakan simbol kehormatan yang menandakan mahasiswa telah menyelesaikan tahap teori dan siap memasuki dunia praktik/Industri sebagai profesional yang kompeten dan beretika.
Florence Nightingale dikenal mengajarkan pelayanan kesehatan yang dilandasi cinta kasih dan kemanusiaan tanpa membedakan ras, suku, maupun bangsa.
Usai pengucapan janji mahasiswa, Ketua STIKes Mitra Husada Medan menyerahkan para mahasiswa kepada direktur rumah sakit, dan pimpinan klinik bersalin untuk mengikuti wahana praktik.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI) Provinsi Sumatera Utara Prof. Dr. H. Bahdin Nur Tanjung, MM, hadir di acara itu mengapresiasi STIKes Mitra Husada Medan yang mahasiswanya memiliki kemampuan bahasa asing, bukan bahasa Inggris saja.
Ia pun mengaku takjub saat ucapan terima kasih disampaikan oleh perwakilan mahasiswa STIKes Mitra Husada Medan dengan menggunakan lima bahasa, yakni Indonesia, Inggris, Arab, Jerman dan Mandarin.
“Mitra Husada berperan besar dalam menghasilkan sumber daya manusia kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Mahasiswanya juga dibekali kemampuan bahasa asing yang jadi kekuatan kampus ini,” ujarnya.
Prof Bahdin juga memuji Mitra Husada Medan sebagai satu-satunya sekolah tinggi ilmu kesehatan yang unggul di wilayah I Sumatera, bahkan di Indonesia.
Pada ajang Anugerah Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) 2025 digelar LLDikti Wilayah I belum lama ini, STIKes Mitra Husada meraih juara umum untuk bentuk sekolah tinggi, karena menyapu bersih penghargaan terbanyak.
Prosesi Capping Day turut dihadiri Ketua Yayasan Mitra Husada Medan Dr. Drs Imran Saputra Surbakti, MM, Wakil Ketua Bidang Akademik Marliani S.Keb., Bdn., MKM, Ketua SPI (Satuan Pengawas Internal) Dr. Herna Rinayanti Manurung, S.Tr.Keb., Bdn., M.Kes.
Hadir juga Wakil Direktur Umum dan PSDM UPTD Khusus RSU Haji Medan, Ridesman SKM SH MKes MH.Kes, Direktur UPTD Khusus RS Jiwa Prof Dr Muhammad Ildrem, Sri Suriani Purnamawati S.Si, Apt. M.Kes, Pimpinan Klinik Rizky Modesta Marpaung S.Keb, Bd, SKM yang merupakan alumni STIKes Mitra Husada Medan, serta undangan lainnya. ( sn)