MEDAN -Memperingati Hari Bumi 2025, Universitas Medan Area (UMA) serahkan 4000 bibit pohon aren genjah di bantaran Sungai Belutu, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Minggu (27/4/2015).
Kepala Biro Informasi, Promosi, dan Kerjasama (BIPK) UMA, Dian Fajar Prayoga SKom mengatakan, penyerahan bantuan 4000 bibit pohon itu dilakukan sebagai bentuk aksi nyata dan kepedulian UMA terhadap pelestarian lingkungan.
Disebutkannya, Hari Bumi yang setiap tahunnya diperingati pada 22 April itu menjadi momen penting bagi UMA untuk memperkuat komitmennya dalam menjaga bumi dan kelestarian lingkungan dengan berpartisipasi aktif yang diselenggarakan Yayasan Budaya Hijau Indonesia
Pada peringatan Hari Bumi 2025 ini mengusung tema “Everyday is Earth Day”, UMA berupaya untuk selalu menjadi kampus yang sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Fajar didampingi Kepala Green Matric UMA, Saiful Sihotang SSi M.Biotek dan Yudi Foenna sebagai Kepala Kantor Urusan Internasional menyebutkan, penanaman pohon ini menjadi salah satu upaya konkret dalam memulihkan ekosistem sungai dan mendukung program penghijauan kawasan.
Untuk itu Fajar mengapresiasi sekaligus merasa bangga dapat menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang sejalan dengan nilai-nilai kampus Unggul.
Menurutnya kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi merupakan wujud nyata komitmen akademik UMA dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dalam merawat bumi.
Selain itu juga merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Kampus Unggul seperti UMA, katanya harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian alam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi.
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan kalangan akademisi, tetapi juga diikuti berbagai elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan komunitas pecinta lingkungan.
“Melalui aksi menanam pohon, diharapkan dapat tercipta perubahan kecil yang berdampak besar bagi kelestarian bumi di masa depan,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, semangat “Setiap Hari adalah Hari Bumi” yang diusung dalam peringatan tahun ini, menjadi pengingat upaya menjaga lingkungan harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada momen peringatan saja.
Dengan partisipasi aktif ini, UMA menekankan akan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada keunggulan akademik, tetapi juga peduli terhadap pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan lingkungan.
Fajar juga menyebutkan, aksi peduli lingkungan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan menjaga kelestarian alam.
” Melalui gerakan ini kita ingin mengajak masyarakat khususnya dalam lingkungan pendidikan, untuk terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan,” harap Fajar.
Kegiatan ini juga, tambah Fajar
menjadi bukti nyata bahwa gerakan peduli lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tapi juga melibatkan semua elemen masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Dengan gerakan peduli pelestarian lingkungan seperti ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga bumi terus tumbuh dan berkembang, serta membawa dampak positif bagi kelestarian lingkungan di masa depan.
Sementara itu Kepala Green Matric UMA, Saiful Sihotang SSi M.Biotek menambahkan, kepedulian UMA terhadap kelestarian lingkungan itu seiring dengan komitmen UMA membangun kampus hijau ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bahkan dengan komitmen itu
menghantarkan UMA meraih peringkat pertama di lingkungan Perguruan Tinggi Sumatera Utara pada 2023. Selain itu juga
masuk peringkat 22 besar dunia dalam pengelolaan limbah.( swisma)