MEDAN-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Prof. Dr. Abdul Mu’ti M.Ed meninjau ekosistem dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Makanan Bergizi Gratis (SPPG-MBG) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Minggu (4/1/2026)
Didampingi para dirjennya, Mendikdasmen juga meninjau pembangunan auditorium berkemajuan dan sport hall walidah di Kampus Terpadu UMSU, di Deliserdang.
Lokasi yang dikunjungi Mendikdasmen telah ditetapkan menjadi arena utama pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah 2027.
Sedangkan Dapur MBG UMSU sendiri mulai beroperasi direncanakan 8 Januari 2026.
Pejabat mendampingi Mendikdasmen yaitu Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Gogot Suharwoto, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan PKPLK Tatang Muttaqin.
Turut hadir juga Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kelembagaan Didik Suhardi, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Maruf serta Kepala LPMP Sumut Afrizal S.
Prof. Mu’ti mengapresiasi langkah konkret UMSU yang dinilai melampaui sejumlah program pemerintah berkaitan dengan MBG, pendidikan dan gerakan sosial- kemasyarakatan dan ekonomi umat.
Keberadaan fasilitas pendukung seperti pabrik roti, peternakan ayam dan sayuran dalam ekosistem SPPG UMSU disebut sebagai contoh nyata program yang tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan modal sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Ini sudah beyond dari sekadar program. Yang dilakukan UMSU adalah kerja nyata, less talk, do more, saat banyak pihak terlalu banyak bicara tetapi minim eksekusi, Muhammadiyah dan UMSU justru menghadirkan solusi,” ujar Prof Mu’ti
Menurutnya, pendekatan seperti ini penting karena pekerjaan nyata akan melahirkan optimisme, bukan pesimisme di tengah masyarakat.
Kehadiran Muhammadiyah-Aisyiyah yang bersinergi dengan UMSU, kata Mendikdasmen, telah dirasakan dalam bentuk solusi konkret.
“Banyak pekerjaan hari ini justru menimbulkan pesimisme karena tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Di sini, kami melihat contoh nyata: hadir, bekerja, dan memberi solusi,” tegasnya.
Menteri juga menyinggung aktivitas pendidikan dan sosial yang telah berjalan di kawasan kampus terpadu UMSU.
Ini jadi penanda kawasan kampus dan tempat arena Muktamar Muhammadiyah hidup dan bertumbuh, bukan sekadar proyek fisik.
Sementara itu, pembangunan auditorium dan sport hall di dinilai bukan hanya untuk kepentingan internal kampus, tetapi memiliki nilai strategis jangka panjang.
Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata edukasi (edu-tourism) yang mengintegrasikan pendidikan, dakwah, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Setahun lalu Prof. Mu’ti berkunjung ke lahan kampus terpadu seperti dia analogikan dengan doa Nabi Ibrahim dahulu, awalnya tidak ada apa-apa, justru kini telah tumbuh menjadi pemukiman dan peradaban baru, Ka’bah, Masjidil Haram.
“Saya melihat Kampus Terpadu UMSU dan arena Muktamar Muhammadiyah 2027 berpotensi menjadi new settlement dan destinasi masa depan,” ungkapnya.
Dia juga mendorong agar kawasan kampus dilengkapi dengan perpustakaan dan ruang-ruang publik edukatif yang hidup, sehingga menjadi pusat pengembangan Islam berkemajuan dan penggerak kesadaran belajar generasi muda, termasuk membangun idealisme agar berani menuntut ilmu hingga ke luar negeri.
Rektor UMSU Prof. Agussani, MAP menyampaikan pengembangan Kampus Terpadu dirancang sebagai kawasan edukatif terpadu yang tidak hanya melayani kepentingan akademik, tetapi juga menggerakkan masyarakat sekitar.
“Kami ingin kawasan ini menjadi pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan ekonomi. Edu-tourism yang dibangun di sini harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan Persyarikatan,” ujar rektor.
Dengan dukungan infrastruktur, kesiapan organisasi, dan partisipasi masyarakat, Kampus Terpadu UMSU diharapkan menjadi model pembangunan pendidikan yang berkelanjutan sekaligus ruang aktualisasi nilai-nilai Islam berkemajuan yang berdampak nyata bagi umat dan bangsa.
Prof. Agussani menargetkan auditorium Berkemajuan berkapasitas 7.500 orang akan digunakan untuk acara wisuda perdana 2027 Dia berharap dihadiri Mendikdasmen.
Proses pembangunan auditorium telah berjalan 33 persen dan sport hall 45 persen.
Hingga kini biaya pembangunan masih menggunakan kekuatan UMSU dan belum memakai dana dari perbankan.
Acara kunjungan Mendikdasmen turut dihadiri Badan Pembina Harian, Wakil Rektor II Prof. Akrim, MPd beserta sivitas akadimika UMSU, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Deliserdang, Sergai, Binjai, Tebingtinggi, Asahan, Medan dan PW Muhammadiyah, Aisyiyah, sivitas akademika UMSU.( swisma)






