MEDAN– Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kondisi mental penyintas.
Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) gelar Pelatihan Layanan Dukungan Psikososial bagi Guru, Tenaga Pendidik, dan Siswa Terdampak Bencana Banjir di Sumut.
Pembukaan pelatihan digelar di Auditorium Kampus Jalan Muchtar Basri Medan, Jumat (9/1/2026), ditandai dengan pemukulan tagading oleh Rektor UMSU Prof.Dr. Agussani, MAP.
Turut mendampingi rektor saat membuka pelatihan itu; Wakil Ketua PWM Sumut, Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar,Mh.Kes M.Ked (Surg), Sekretaris LRB MDMC PP Muhammadiyah, Budi Santoso, S.Psi., M.K.M, Ketua BPH Dr. H. Bahril Datuk,
Acara itu juga dihadiri Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara, Dr. Nur Rahmah Amini, M.Ag beserta sekretaris, para guru, tenaga pendidik dan siswa yang terdampak.
Rektor UMSU Prof Agussani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMSU untuk terlibat aktif dalam kegiatan ini.
Dia menegaskan bahwa peran perguruan tinggi tidak hanya terbatas pada aksi kemanusiaan jangka pendek, tetapi juga aksi berkelanjutan melalui pendidikan.
“UMSU diminta berperan dalam kegiatan hari ini, dan kami mengucapkan terima kasih atas amanah ini. Kegiatan ini bukan hanya bermanfaat untuk aksi langsung, tetapi juga aksi jangka panjang dalam bagaimana melaksanakan pendidikan pasca bencana,” tuturnya.
Rektor menjelaskan, UMSU memiliki program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) yang dapat berkontribusi langsung dalam pemulihan psikososial.
Sejak pertama terjadinya bencana, UMSU bersama PWM, MDMC, Majelis, Lembaga dan Ortom sudah aktif menangani berbagai persoalan kemanusiaan, tidak hanya bencana alam.
Dikatakannya, sekira 950 mahasiswa dan dosen UMSU terdampak bencana, baik di Sumut, Aceh, maupun Sumatera Barat.
“Karena itu, koordinasi UMSU dan MDMC terus berjalan dengan baik, dan kami berharap pelatihan seperti ini dapat dilakukan secara berkala ke depan,” tambahnya.
Terkait Muktamar Muhammadiyah 2027, Rektor UMSU menyampaikan progres pembangunan Auditorium sebanyak 33 persen, sedangkan Sport Hall Walidah 45 persen
“Dalam rangka memanfaatkan ekosistem, di arena ini juga dibangun dapur SPPG. Alhamdulillah hari ini dapurnya mulai beroperasi, dan di sekitarnya ada ekosistem berupa lahan kebun sayuran, buah, ternak ayam, budidaya ikan dan pabrik roti,” jelasnya.
Sekretaris LRB MDMC PP Muhammadiyah Budi Santoso, S.Psi, M.K.M menyampaikan bahwa Muhammadiyah selalu hadir secara cepat dan menyeluruh dalam merespons bencana.
“Tanggap bencana ini sudah kita dilakukan di Sumut, Sumatera Barat, dan Aceh. Setelah asesmen, PP Muhammadiyah bergerak cepat dengan respon yang tepat dan akurat, mulai dari huniansementara, air bersih hingga menyediakan layanan psikososial,” katanya.
Budi menambahkan, kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan, termasuk melalui pelatihan ini yang bertujuan memberi semangat kepada guru dan siswa dalam masa transisi pascabencana.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak para guru dan siswa untuk pulih, bangkit, dan berkemajuan,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sumut, Dr. M Basir S Hasibuan, M.Pd menyampaikan bahwa terdapat lima kabupaten atau kota di Sumut yang terdampak bencana banjir.
Dia berharap pelatihan ini mampu membantu pemulihan mental siswa agar lebih siap menghadapi situasi bencana di masa depan.
Wakil Ketua PWM Sumut Prof. Dr. dr. Kamal Basri Siregar menyampaikan kebanggaannya atas antusiasme peserta yang melebihi target. ( swisma)
“






