Hadiri Dies Natalis ke-48 UINSU, Edy Rahmayadi Ajak Civitas Akademika Bangun Sumut

Edukasi325 Dilihat

24JAMNews, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengajak civitas akademika Islam Sumatera Utara (UINSU) bersama membangun Sumatera Utara ( Sumut).

Ajakan sekaligus harapan itu disampaikan Gubsu pada sidang senat terbuka dies natalis ke-48 dan wisuda ke-77 program Doktor, Magister dan Sarjana UINSU di Gelanggang Mahasiswa HM Arsjad Thalib Lubis, kampus I UINSU Jalan Sutomo Medan, Jumat (19112021).

Menurut Gubsu, tidak ada gunanya kampus besar kalau tidak bisa memberikan kontribusi pemikiran membangun Sumut.

Untuk itu Edy mengakui melibatkan perguruan tinggi dalam membuat kebijakan dan program kerjanya.

Sementara itu Rektor UINSU, Prof Dr Syahrin Harahap MA menegaskan, di usia 48 tahun, UINSU telah menjadi universitas besar dengan 6 kampus dan 9 fakultas, 36.000 mahasiswa, 800 tenaga pendidik dan kependidikan serta 34.529 alumni.

Namun, hal itu dinilai tidak cukup untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan untuk dapat memajukan Indonesia, karena ada lima tantangan yang dihadapi.

“UINSU senantiasa memberikan kontribusi didalam kehidupan berbangsa. Tapi saat ini lima tantangan yang dihadapi UINSU,” kata Prof Syahrin

Hadir pada acara itu selain dihadiri Gubsu juga Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kasdam I BB Brigjen TNI Purwito Hadi Wardono, Kajatisu,
Ketua Senat Universitas, Dewan Guru Besar, Kakanwil Kemenagsu, para Wakil Rektor, dan civitas akademika UINSU.

Rektor menyebutkan, lima tantangan itu, pertama kebersamaan yang belum sepenuhnya menjadi motivasi bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kedua, para ilmuwan dan cendikia muslim termasuk mahasiswa belum sepenuhnya belum meyakini bahwa dengan pengetahuan Islam, mereka akan lebih maju dan memberi kontribusi bagi kemajuan bangsa

Ketiga, kata Syahrin, masyarakat Islam menghadapi dua bentuk radikalisme yang bertentangan secara diametal Radikalisme selular dengan radikalisme regular.

Keempat, para alumni perguruan tinggi masih ada yang gamang menghadapi masa depannya akibat ilmu yang ditekuninya belum sampai ke ranah aksiologi dan pengajarannya.

“Dan kelima, belum meningkatnya semangat istimewa (mensejah terakan) bumi akibat kurangnya talenta mahasiswa,” kata rektor..

Menghadapi tantangan ini, tambah rektor, UINSU menerapkan strategi pengembangan dengan merealisasikan nilai-nilai Islam dengan upaya memajukan bangsa, meningkatkan komunikasi cendikiawan muslim dan mahasiswa bahwa ilmu mereka akan membawa kemajuan dan kesejahteraan.

 

Hadiri Dies Natalis ke-48 UINSU, Gubsu Ajak Civitas Akademika Bangun Sumut

 

Selanjutnya pengembangan pemahaman agama yang wasathiyah (pertengahan), mahasiswa harus mahir membaca Alquran dan menghapal seluruh dan sebagiannya, menguasai dan memimpin ibadah seperti menjadi imam, khatib, memimpin fardhu kifayah, tahtim dan tahlil, memiliki wawasan keislaman dan kebangsaan serta terakhir sarjana UINSU adalah kader bangsa berkarakter Ulul Albab.

Prof Syahrin juga menguraikan, untuk meningkatkan kualitas dan kontribusi UINSU mengembangkan ilmu pengetahuan dan memajukan bangsa, di bidang akademik telah ditetapkan integrasi ilmu atau wahdatul ulum, peningkatan kualifikasi tenaga pendidik dan membantu para dosen meningkatkan kualifikasinya dan menugaskan meningkatkan kuantitas serta kualitas penelitian.

Sementara Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan lima tantangan UINSU diharapkan menjadi bahan refleksi dan pelopor mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga masyarakat berubah ke arah yang lebih baik dan mencetak SDM menuju Indonesia emas 2045.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Kapolda juga berharap para 2.509 wisudawan menyiapkan diri karena tantangan kedepan cukup besar. Alumni juga harus bersungguh-sungguh dalam mengembangkan ilmu, kritis dan cerdas.

“Ulul Albab menjadi solusi dan memiliki pribadi yang berkualitas baik Hablum minallah dan hablum minnannas,” kata Kapolda.

Pada kesempatan itu, Gubsu Edy Rahmayadi bersama Kapoldasu dan Rektor UINSU menyerahkan penghargaan Wahdatul Ulum Award dari UINSU kepada keluarga Alm Drs Tgk Ali Muda yang menemukan sistem perhitungan waktu ibadah.

Penemuan ini bertujuan mempermudah masyarakat memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan ilmu falaq, seperti menentukan arah kiblat, awal tanggal, dan menentukan awal bulan qamariyah.

Selanjutnya, Dr Muhammad Roihan Nasution menemukan metode Alquran Al Hira. Metode ini bertujuan agar dapat membaca Alquran dalam waktu 24 jam, yang didesain dalam berbagai tingkatan usia. Serta Grup Ibacandlly yang menemukan permen obat diabetes yang berasal dari ubi ungu.

Pada kesempatan tersebut diwisuda sebanyak 2.509 mahasiswa yang terdiri dari, magister, doktor hingga sarjana. (talitha)