MEDAN-Pencapaian akreditasi Unggul yang diraih Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan mendapat perhatian dan apresiasi dari pemerintah, dalam hal ini Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut.
Seiring dengan pencapaian itu,
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut, Prof Drs Saiful Anwar Matondang, MA, PhD mendorong dan mendukung
STIKes Mitra Husada Medan
sudah harus masuk link internasional untuk meraih akreditasi Internasional tersebut.
“Agar diakui dunia internasional
STIKes Mitra Husada Medan
harus banyak mitra dan jaringan internasional serta kegiatannya,” kata Saiful, Sabtu (9/8/2025).
Pada wisuda 883 lulusan dari Prodi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi STIKes Mitra Medan, Saiful menyebutkan, kampus yang dipimpin Dr Siti Nurmawan Sinaga S.KM MKes belum lama ini juga telah melaksanakan The 5th Mitra Husada Health International Conference 2025.
Kegiatan itu katanya merupakan
konferensi internasional yang menghadirkan lebih dari 5.000 partisipan dari enam negara dan 15 institusi di Indonesia
“Konferensi internasional itu menjadi salah satu pengakuan dari dunia internasional. Demikian juga kegiatan penelitian dosen serta pertukaran mahasiswa International,” kata Saiful.
Dukungan lainnya juga disampaikan Saiful menyikapi adanya keinginan Dr Siti Nurmawan Sinaga untuk persiapan mengubah status sekolah tinggi menjadi institut.
“Kami sangat senang dengan adanya upaya perubahan itu sebagai bentuk meningkatkan statusnya dari stikes menjadi institut kesehatan,” ucap Saiful memotivasi Ketua STIKes Mitra Husada Medan yang tidak lama lagi akan meriah gelar Guru Besarnya.
Dalam sambutannya pada wisuda tahun akademik 2024/2025 yang digelar di aula kampus Jalan Pintu Air IV, Kwala Bekala, Medan Johor itu Saiful juga menyampaikannya terhadap pengembangan sumber daya manusia.
Menurut Saiful, pentingnya lulusan sarjana dan profesi kebidanan untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.
Sumber daya manusia juga perlu didukung teknologi tepat guna. Karena itu kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), memang mampu menjawab pertanyaan medis dasar, namun tidak dapat menggantikan sentuhan kemanusiaan, seperti kata-kata penyemangat kepada pasien.
“AI hanya alat bantu. Maka lulusan STIKes Mitra Husada Medan inilah yang
mengisi sisi kemanusiaan itu. Ada hal-hal teknis yang tidak bisa dikerjakan teknologi, tetapi tenaga kesehatan bisa mengerjakannya,” paparnya.
Ia pun menekankan, bidan lulusan STIKes Mitra Husada Medan harus menjadi teladan pelayanan prima (service excellent) bagi pasien.
Dikatakan Saiful, saat ini masih banyak pasien dari Indonesia berbondong-bondong berobat ke luar negeri, seperti Penang dan Singapura. Kondisi itu disebabkan pelayanan di dalam negeri belum optimal, sehingga
‘mengejar’ pelayanan yang tidak didapatkan di negeri sendiri.
Prof Saiful juga mengingatkan pentingnya etika, sikap, dan motivasi tinggi bagi tenaga kesehatan.
“Orang pintar mudah dicari, tapi sulit menemukan yang punya attitude baik. Kuasai juga bahasa asing, bukan hanya bahasa Inggris, tapi juga Mandarin,” tambahnya.
Karena itu da mengapresiasi STIKes Mitra Husada Medan yang konsisten menggunakan bahasa Inggris dalam berbagai kegiatan internasional, termasuk konferensi dan seminar kesehatan.
Ketua STIKes Mitra Husada Medan, Dr Siti Nurmawan Sinaga Sinaga, S.KM., M.Kes, berpesan agar alumni menjaga nama baik almamater dan menjadi decision maker di dunia kerja.
Ia menekankan penerapan budaya PACER (Profesional, Accountability, Collaborative, Empathy, Reliability) sebagai landasan sikap lulusan. Budaya itu ditanamkan kampus untuk mencetak tenaga kesehatan unggul.
“Nilai akademis penting, tapi kejujuran, empati, dan kerja keras adalah fondasi membentuk profesionalisme dan kemanusiaan,” ujarnya.
Menurut Siti, visi STIKes Mitra Husada Medan adalah menjadi pusat ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan yang unggul, inovatif, berintegritas, dan berdaya saing nasional maupun internasional.
“Jadi jika terbentuknya soft skill sesuai PACER, kami yakin alumni dapat bekerja dan berdaya saing di masyarakat,” kata Siti.
Seperti pada bulan lalu banyak dari rumah sakit luar provinsi yang menawarkan diri untuk merekut lulusan STIKes Mitra Husada Medan.
Di antaranya, Rumah Sakit Rahayu dari Jawa Tengah yang sudah langsung datang untuk assement
“Dan pada Jumat, 8 Agustus kemarin kami telah mendapatkan hasil pengumuman ujian kompetensinya di atas 90% lulus, baik dari kebidanan dan juga profesi,” ungkap Siti.
Ketua Pengurus Yayasan Mitra Husada Medan, Dr Drs Imran Saputra Surbakti, MM pada sambutannya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas lulusan dan sarana prasarana kampus agar alumni tidak hanya siap bersaing, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Hadir dan memberi sambutan.pada wisida, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Sumut, Yetty Syahriany S SKM MKes, serta Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumatera Utara Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM.
Selain itu hadir juga tokoh kesehatan, termasuk Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia Sumut, Betty Mangkuji, SST., MKeb, dan Kabagdiklat Kemenkes RS Adam Malik Deni Roslina SPsi MPsi. ( sn)