MEDAN– Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Utara gelar konsolidasi daerah program Prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 2026.
Kegiatan digelar pada Rabu hingga Jumat (25 -27/2/ 2026) di Aula Sisingamangaraja XII, BPMP Sumut, Asam Kumbang Medan itu dihadiri para pemangku kepentingan pendidikan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Kepala BPMP Sumatera Utara, Afrizal Sihotang ST M.Si dalam sambutannya mengatakan, konsolidasi daerah ini bertujuan untuk menyatukan pemahaman serta memperkuat tindak lanjut dari hasil Konsolidasi Nasional yang dilaksanakan sebelumnya.
Menurut dia, dunia pendidikan saat ini tengah mengalami berbagai perubahan signifikan, terutama terkait kebijakan Sistem Penerimaan Murid Baru( SPMB), program revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA).
“Dengan banyaknya perubahan yang terjadi itu, karenanya hal ini perlu kita bahas bersama agar dapat disinergikan dengan baik di daerah,” ungkap Afrizal Kamis (26/2/2026).
Pada kegiatan ini Bappeda juga turut dilibatkan agar program yang telah dirancang untuk 2026 dapat diselaraskan dengan kebijakan pendidikan nasional.
Salah satu isu penting yang turut dibahas adalah mekanisme SPMB bagi satuan pendidikan yang terdampak bencana, yang tetap diberikan kesempatan menerima murid baru dengan skema khusus.
Afrizal juga menjelaskan adanya perubahan dalam pelaksanaan TKA. Jika sebelumnya dilaksanakan di kelas 12, kini peserta didik kelas 6 dan kelas 9 akan melakukan pendaftaran untuk mengikuti TKA.
“Jadi perubahan ini memerlukan koordinasi dan sosialisasi yang matang agar implementasinya berjalan efektif di lapangan,” ungkap Afrizal.
Konsolidasi daerah ini dibuka secara resmi oleh Direktur Sekolah Dasar, Kemdikdasmen, Dr. Salim Somad S.Kom M.Pd.
Dalam arahannya, ia menyampaikan sebelumnya Kemendikdasmen telah melaksanakan konsolidasi nasional, sehingga konsolidasi daerah menjadi langkah lanjutan untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal hingga ke daerah.
“Melalui kegiatan ini diharapkan kita mampu mengidentifikasi berbagai tantangan di daerah, mengimplementasikan kebijakan dengan tepat, serta merumuskan kesepakatan bersama demi keberhasilan program prioritas 2026,” ujarnya.
Salim menjelaskan pada 2025 Kemendikdasmen telah melaksanakan dua program besar, yakni revitalisasi dan digitalisasi pendidikan.
Kedua program tersebut bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran yang berkualitas.
Selain revitalisasi dan digitalisasi, Kemendikdasmen juga terus memperkuat sistem pendataan melalui Dapodik sebagai basis perencanaan dan pengambilan kebijakan.
“Keakuratan data menjadi kunci dalam menentukan sasaran program agar lebih tepat dan efektif,” ungkap Salim.
Program pengembangan sekolah terintegrasi juga menjadi perhatian dalam upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.
Menurut dia, sinergi antara pusat dan daerah menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi berbagai program tersebut.
Penguatan Sinergi Pusat dan Daerah
Melalui konsolidasi daerah ini, seluruh peserta diharapkan dapat menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung program prioritas Kemendikdasmen 2026.
Penyelarasan perencanaan dan penganggaran daerah dengan kebijakan nasional menjadi langkah penting agar program revitalisasi, digitalisasi, SPMB, SPM Pendidikan, TKA, dan penguatan Dapodik dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk mengidentifikasi berbagai isu strategis di daerah, termasuk tantangan infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia, serta dampak bencana terhadap layanan pendidikan.
Dengan adanya koordinasi yang intensif antara BPMP, Dinas Pendidikan, Bappeda, dan pemangku kepentingan lainnya, diharapkan setiap kebijakan dapat diterjemahkan secara tepat sesuai karakteristik dan kebutuhan daerah.
Semangat bergandeng tangan dan bergotong royong yang ditekankan dalam kegiatan ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas.
Konsolidasi daerah program Prioritas Kemendikdasmen 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memastikan transformasi pendidikan berjalan nyata hingga ke satuan pendidikan di seluruh Sumatera Utara.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, S.STP., M.Si., para Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara,
Hadir juga para Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi, Bappeda dan Bapelitbang Provinsi Sumatera Utara, serta seluruh pegawai BPMP Sumatera Utara.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan implementasi program prioritas Kemendikdasmen 2026.
Konsolidasi daerah ini merupakan tindak lanjut dari Konsolidasi Nasional (Konsolnas) yang sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta. ( swisma)