MEDAN– Prof Bahdin Nur Tanjung SE MM terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI) Wilayah Sumatera Utara periode 2026-2030.
Keputusan tersebut ditetapkan dari hasil Musyawarah Wilayah ( Muswil) III di Ballroom Fakultas Kedokteran Institut Kesehatan Deli Husada Delitua, Senin (15/6/2026).
Muswil III dengan tema memperkuat tata kelola Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta yang profesional, adaptif dan berdaya saing global ini dibuka Ketua ABP-PTSI Pusat Prof. Dr Thomas Suyatno .
Hadir pada acara itu Sekjen ABP PTSI, Prof. Dr. Mts. Arief MBA CPM, Ketua ABP-PTSI Sumut Prof Dr Bahdin Nur Tanjung, Ketua panitia Dr Parlindungan Purba SH MM dan seratusan pimpinan ssrta yayasan PTS di Sumut.
Dalam sambutannya Prof Thomas mengatakan, muswil ke III ini sesuai dengan konstitusi organisasi yang saat ini perss 4 tahun Bahdin Nur Tanjung sebagi Ketua ABP-PTSI Sumut.
Disebutkannya, pemilihan ini justru waktu yang sangat tepat dilakukan karena begitu banyak masalah yang dihadapi PTS sejak 2 tahun terakhir ini.
Untuk itu harus segera dilakukan konsolidasi sekaligus tatanan-tatanan harus diperbarui karena begitu banyak regulasi pemerintah yang baru khususnya Permendiktisaintek nomor 3/ 2026 tentang penerimanan mahasiswa baru.
Dia menilai, saat ini PTN seperti fenomena “kapal keruk” dalam penerimaan mahasiswa baru.
Menurut dia, ada persaingan yang asimetris tidak sebanding antara PTN pada umumnya dengan PTS walaupun dalam kenyataannya di lapangan banyak juga PTS yang lebih unggul daripada PTN tertentu
Karena itu Prof Thomas
meminta agar masyarakat turut mengawasi rambu-rambu pada penerimanaan mahasiswa baru di PTN.
Pada peraturan baru itu disebutkan juga PTN diberi batasan waktu penerimaan mahasiswa baru sampai
31 Juli.
“Jika ada PTN masih juga melakukan penerimaan mahasiswa baru dari waktu ditentukan, silahkan teman-teman PTS sampaikan hal tersebut ke organisasi atau lembaga pendidikan,” ungkap Prof Thomas.
Sedangkan kepada PTS diberi kelonggaran dalam penerimaan mahasiswa baru sampai akhir September bukan 31 Agustus.
Prof Thomas juga mengingatkan beberapa ketentuan yang harus segera dilakukan yayasan, seperti memperbarui statuta perguruan tinggi dengan AD/ ART yayasan maupun peraturan karyawan yang juga harus diperbarui .
Prof Thomas juga menyoroti dana yang mengalir ke PTS makin berkurang apalagi KIP Kuliahnya.
“Kita minta KIP Kuliah itu justru harus dinaikkan jangan malah dikurangi,” sebutnya.
Beberapa permasalahan yang muncul di muswil III ini menjadi salah satu yang direkomendasi untuk disampaikan ke pemerintah.
Sekjen ABP PTSI Pusat, Prof. Dr. Mts. Arief MBA CPM menambahkan, dia selalu terkesan untuk perguruan tinggi khususnya yayasan selalu menjaga kualitas.
“Dengan kualitas menjadi upaya untuk Attracting new students karena kalau mereka kualitasnya tidak bagus akreditasi atau tidak bisa sustein atau dipertahankan akan ditinggalkan. Untuk itu kualitasnya tetap dijaga bersama,” harapnya.
Sedangkan Ketua ABP PTSI Sumut, Prof Badin Nur Tanjung mengatakan, musyawarah wilayah III ini untuk mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan sekaligus untuk merancang program-program ke depannya yang dinilainya tantangan ke depan sangat besar
Disebutkan Bahdin, persaingan PTN dan PTS saat ini semakin ketat karena itu melalui wadah ABP PTSI Sumut ini memberikan kontribusi yang bermanfaat kepada anggota
“Sekarang kita bersyukur beberapa PTS sudah maju bahkan ada yang sudah unggul dari PTN,” ungkap Bahdin.
Ketua panitia Parlindungan Purba mengatakan, tujian agenda pada muswil ini selain melakukan pemilihan Ketua ABP PTSI Wilayah Sumut juga meningkatkan komunikasi khususnya Ketua ABP-PTSI Pusat yang selalu berjuang demi kepentingan PTS.
Selain itu juga memberikan masukan dan arahan yang update kepada badan penyelenggara dan pengurus yayasannya
Agenda lainnya pada muswil ini juga silaturahmi antara PTS di Sumut serta menyampaikan usulan PTS di daerah kepada pengurus pusat. ( swisma)