MEDAN-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) pada November 2025 mencapai 3,96 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,42.
Hal ini disampaikan Statistik Ahli Utama BPS Sumut, Misfarudin,
Senin (01/12/2025).
Disebutkannya, inflasi y-on-y tertinggi tercatat di Kota Gunungsitoli sebesar 5,17 persen (IHK 111,50). Sedangkan inflasi terendah di Kabupaten Karo sebesar 2,34 persen (IHK 109,68).
Dia menjelaskan, inflasi y-on-y ini didorong kenaikan indeks di hampir seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan indeks 6,52 persen, memberikan andil inflasi sebesar 2,30 persen.
Kemudian kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang mengalami kenaikan indeks 13,12 persen, berkontribusi 0,79 persen terhadap inflasi total.
Komoditas utama yang mendominasi sumbangan inflasi y-on-y adalah cabai merah, emas perhiasan, beras, ikan dencis, daging ayam ras, dan biaya akademi/perguruan tinggi.
Sementara itu deflasi y-on-y disumbang oleh penurunan harga tomat, bawang putih dan beberapa produk kebersihan rumah tangga
Dia juga memaparkan, secara bulanan (m-to-m), tercatat deflasi sebesar 0,42 persen, dengan komoditas penyumbang deflasi terbesar yakni cabai merah, tomat, kentang, cabai hijau, dan beras.
Namun, pada periode yang same, harga angkutan udara, ikan kembung, daging ayam ras, emas perhiasan, dan telur ayam ras justru menjadi penyumbang utama inflasi bulanan
Adapun deflasi m-to-m terjadi di seluruh kabupaten/kota IHK, dengan deflasi terdalam terjadi di Kabupaten Labuhanbatu. ( swisma)