PGN Salurkan Gas Bumi ke Dapur UMKM Snoppen Bakery 

Bisnis82 Dilihat

MEDAN – PGN Area Medan kembali menyalurkan gas bumi ke dapur UMKM, toko kue Snoppen Bakery and Cake di Jalan DI Panjaitan, Medan, Rabu (25/6/2025).

Pasalnya, UMKM berkontribusi  dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Kota Medan, karenanya harus didukung agar terus berkembang.

UMKM jadi segmen usaha distribusi PGN yang tergolong Pelanggan Kecil (PK).

Area Head PGN Medan, Agus Kurniawan mengatakan Snoppen Bakery and Cake merupakan Pelanggan Kecil 2 (PK-2) dengan rata-rata konsumsinya 800 m3 dalam sebulan.

“Harganya saat ini Rp 10.000 per m3, jadi sebulan sekitar Rp 8 juta. Bisa dibilang bisa menghemat sampai 70 persen,” ujarnya melalui relis dilansir Minggu (29/6/2025).

PGN, lanjutnya terus berupaya meningkatkan layanan dan pengembangan infrastruktur gas bumi agar manfaatnya bisa semakin luas dirasakan  masyarakat khususnya pelaku UMKM.

“Kami berusaha terus meningkatkan pelayanan dan mengembanhkan infrastruktur gas bumi,” sebutnya.

Sejauh ini jumlah pelanggan kecil PGN Area Medan ada 437 pelanggan, ditambah Snoppen Bakery dan dua pelanggan lainnya. Jadi saat ini total 340 pelanggan.

Ia menambahkan, PGN saat menyalurkan gas bumi ke pelanggan juga tak lupa memberikan edukasi kepada pelanggan terkait dengan keamanan dan pemakaian gas yang tepat.

“Kita lakukan simulasi dan edukasi sebelum gas tersambung,” ungkapnya

Owner Snoppen Bakery and Cake, Dewi Sartika ternyata telah lama menanti gas bumi bisa masuk ke dapurnya.

Menurutnya, selain faktor keamanan dan harga yang lebih hemat, gas bumi bisa mengalir 24 jam.

Ia pun tak perlu lagi khawatir saat menerima orderan dari para customernya.

“Kami beberapa kali pernah kesulitan saat banyak orderan. Gas kosong di luar dan mencarinya sehingga membuang waktu ” katanya.

Disebutkannya, jika ada orderan dengan jumlah besar, jadi sering khawatir nerimanya. Namun setelah pakai gas bumi ini,  perlu khawatir lagi.

Diakui Dewi dalam sehari toko kuenya bisa menghabiskan sebanyak 3 sampai 4 tabung elpiji ukuran 12 kg.

“Jadi sehari sekira Rp600 ribu lebih untuk pembelian gas, Tapi pakai gas bumi ini kami berharap bisa lebih murah lagi,” katanya.( swisma)