JAKARTA-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus tingkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi perempuan dalam memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi dalam keterangan tertulis dilansir Selasa (23/11/2025) menyebutkan, dalam memeringati Hari Ibu, OJK bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), gelar edukasi keuangan.
Kegiatan bertema Financial Planning for Women: Perempuan Merencanakan, Perempuan Berinvestasi” itu berlangsung di Gedung Kemenko PMK RI, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Hadir pada kegiatan itu
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum.
Friderica dalam sambutannya mengatakan, edukasi keuangan masyarakat harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan keuangan atau financial health.
” Kita tidak hanya bicara literasi dan inklusi keuangan, tetapi sudah menuju next level yaitu kesejahteraan keuangan,” kata Friderica.
Disebutkannya, kesejahteraan keuangan ini adalah bagaimana keluarga di Indonesia mampu me-manage kebutuhan sehari-hari dan menyiapkan keperluan masa depan.
Selain itu juga mampu menghadapi financial shock, baik secara makro maupun dalam keluarga dan tetap merencanakan keuangan ke depan
Friderica menyambut baik kerja sama antara OJK dan Kemenko PMK RI dalam memberdayakan perempuan untuk dapat mengelola keuangannya dengan bijak.
“Kemenko PMK ini sangat penting dalam mengarusutamakan gender perempuan, terutama bagaimana kerja sama kita bermanfaat dan bersinergi,” ungkapnya.
OJK, katanya mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan. Sedangkan Kemenko PMK memperkuat pembangunan manusia, kesejahteraan rakyat, serta peranan keluarga dan perempuan dalam pembangunan.
“Kami melihat Kemenko PMK sebagai orchestrator policy pembangunan manusia di Indonesia. Ini sangat kontekstual dan penting untuk bekerja sama,” ujarnya
Dalam kesempatan itu, Friderica mengingatkan pentingnya kewaspadaan perempuan terhadap berbagai modus scam, fraud, pinjaman online ilegal, dan investasi palsu.
Dia juga mengajak peserta untuk aktif melaporkan indikasi penipuan keuangan melalui kanal resmi OJK.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK RI Woro Srihastuti Sulistyaningrum.
Dalam kegiatan itu, Woro Srihastuti menyampaikan dukungan penuh atas kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui literasi keuangan.
“Partisipasi perempuan secara bermakna perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas dan pemberdayaan, salah satunya melalui literasi keuangan,” kata Woro.
Dengan literasi keuangan, akan tercipta stabilitas dan ketahanan finansial individu.
Menurutnya literasi keuangan juga melindungi perempuan dari risiko pinjaman online ilegal, investasi palsu, dan kekerasan ekonomi
Kegiatan tersebut juga dihadiri Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kemenko PMK RI Siti Faridah Pratikno, perwakilan Bursa Efek Indonesia, International Association of Registered Financial Consultants (IARFC), dan PT Pegadaian.
Edukasi keuangan tersebut digelar secara hybrid dengan jangkauan peserta sebanyak 480 orang terdiri 80 peserta pegawai perempuan dari Kemenko PMK RI serta Kementerian/Lembaga terkait hadir secara tatap muka. Sedangkan 400 orang hadir secara online masyarakat perempuan dari seluruh segmen.
Pada sesi pemaparan materi dijelaskan lebih lanjut mengenai Pengenalan OJK, Waspada Investasi Ilegal, pengenalan Industri Pasar Modal Indonesia, pengenalan produk dan layanan tabungan emas, serta pengelolaan keuangan keluarga.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap perempuan semakin berdaya sebagai pengelola keuangan keluarga yang cerdas, waspada, dan visioner, sehingga mampu memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (swisma)






