MEDAN-Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkom IJK) Sumut bersinergi melaksanakan rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan ( BIK) 2024 di Pulau Nias.
Dalam siaran pers dilansir Kamis (10/10/2024) disebutkan, kegiatan yang merupakan integrasi dari program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) menyasar SMA Bintang Laut, Nias Selatan dan Komunitas Petani/Pengelola Tanaman Pisang di Kabupaten Nias.
Kegiatan berlangsung pada (8 -9/10/2024) dengan mengusung tema “Akses Keuangan Inklusif, Wujudkan Masyarakat Produktif” itu sebagai bentuk kesungguhan OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.
Hal itu merupakan amanah Undang Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), serta mempercepat pencapaian target inklusi keuangan nasional 2024 sebesar 90 persen.
Kepala OJK Sumatera Utara yang juga sebagai Pengarah Forkom IJK Sumut, Khoirul Muttaqien, menekankan tujuan pelaksanaan BIK 2024.
Tujuan kegiatan itu, katanya untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terhadap produk dan/atau layanan jasa keuangan sehingga mempersempit gap antara indeks literasi dan inklusi keuangan.
“Sehingga pada akhirnya mendorong pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen,” kata Muttaqien.
Pada kegiatan yang diikuti 208 siswa dan pengajar, Muttaqien juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap pengelolaan keuangan sejak dini.
Dengan demikian para pelajar dapat merencanakan dan menyiapkan kebutuhan finansial masa depan yang lebih terukur, baik, dan terarah.
“Bahkan juga menghindari hal-hal yang dapat menghilangkan manfaat keuangan terencana antara lain aktivitas judi online yang saat ini menjadi bahaya dan harus di atasi bersama,” ungkap Muttaqien
Di lokasi dan peserta berbeda, Analis Senior Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Reza Leonhard juga menekankan hal senada dengan Kepala OJK Sumut.
Menurut Reza, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Nias.
Dia mengungkapkan hal itu di hadapan 105 peserta terdiri dari komunitas petani pisang, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan Pengepul Pisang.
Selaras dengan arahan Pjs Bupati Nias, Yuliani Siregar. Menurutnya BIK ini perlu diapresiasi semua kalangan karena bertujuan mulia yaitu untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Nias.
Pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat Nias, khususnya para petani/pengelola hasil tanaman pisang.
“Di mana hilirisasi produknya menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal karena nilai jual pisang akan meningkat. Selain itu juga menciptakan peluang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha di Nias,” sebut Yuliani.
Direktur Utama PT BPD Sumatera Utara, Babay Parid Wazdi, juga menyampaikan skema dan produk/layanan pembiayaan yang tepat, dan akses modal cukup, akan menjadi elemen penting dalam mendukung upaya hilirisasi.
Untuk mendukung komprehensifitas kedua kegiatan dimaksud, turut disediakan Mini Expo Industri Jasa Keuangan yang diikuti berbagai bidang jasa keuangan, antara lain Bank Sumut, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, BPJS Ketenagakerjaan dan Pegadaian.
Rangkaian kegiatan BIK 2024 tersebut telah dilaksanakan di 4 kabupaten yaitu Labuhanbatu, Karo, Nias dan Nias Selatan, dengan akumulasi sementara jumlah pembukaan rekening dana pihak ketiga sebanyak 111 rekening dengan nominal sebesar Rp157.910.000.
Sedangkan jumlah pembiayaan sebanyak 4 rekening dengan total Rp214.000.000, serta partisipasi pihak ketiga peserta kegiatan sebanyak 1.913 partisipan. ( swisma)






