MEDAN- BPS Sumut mencatat, pada Februari 2025 terjadi inflasi tahunan atau year on year (yoy) sebesar 0,73 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,87 pada Februari 2024 menjadi 106,64 pada Februari 2025.
“Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi utama pada Februari 2025,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara (BPS Sumut), Asim Saputra, Senin (3/3/2025).
Asim menyebutkan, inflasi emas perhiasan yang masuk ke dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi sebesar 8,60 persen dan memberikan andil 0,38 persen.
Dia merincikan, Inflasi yoy terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,81 persen.
Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,09 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 2,22 persen, dan kelompok transportasi sebesar 1,54 persen.
Selain itu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,27 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,20 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,04 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,03 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,60 persen.
Menurutnya, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi yoy pada Februari 2025 selain emas perhiasan juga minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM).
“Bawang merah, cabai rawit, ikan dencis, bawang putih, kelapa, kangkung, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, telur ayam ras, wortel, ikan nila, gula pasir, pemeliharaan/service, kentang, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan lele, kopi bubuk, dan bayam, juga merupakan komoditas penyimbang inflasi,” sebutnya.
Sementara, tingkat deflasi bulanan atau month to month (mtm) Sumut tercatat sebesar 0,63 persen dan tingkat deflasi year-to-date (ytd) sebesar 0,57 persen.
Pada Februari 2025, seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Sumut mengalami inflasi yoy. Inflasi yoy tertinggi terjadi di Kota Pematangsiantar yakni sebesar 1,93 persen dengan IHK sebesar 108,53.
Sedangkan yang terendah terjadi di Kabupaten Karo yaitu sebesar 0,13 persen dengan IHK sebesar 107,27,” tandasnya. (swisma)