MEDAN-Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) September 2024 memutuskan beberapa kebijakan moneter.
“Hal itu untuk memperkuat arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (18/9/2024)
Berikut ini langkah-langkah yang akan ditempuh BI.
Penguatan strategi operasi moneterpro-marketuntuk menarik berlanjutnya aliran masuk modal asing guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dan efektivitas transmisi kebijakan moneter dengan menjaga struktur suku bunga di pasar uang Rupiah untuk daya tarik imbal hasil bagi aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan domestik.
Kemudian mengoptimalkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI);
Selain itu memperkuat strategi transaksiterm repodanswapvalasyang kompetitif dan memperkuat peran Primary Dealer(PD) untuk meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan transaksirepurchase agreement(repo) antarpelaku pasar.
Langlah berikutnya adalah penguatan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas pada transaksispot,Domestic Non-Deliverable Forward(DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
Penguatan publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang menjadi cakupan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (Lampiran);
Perluasan akseptasi digital melalui edukasi kepada merchant QRIS terkait penggunaan QRIS antarnegara, edukasi penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah, serta perluasan digitalisasi transaksi 0emerintah daerah melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) 2024.
Langkah lainnya penguatan struktur industri dalam rangka implementasi Blue print Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 melalui peningkatan implementasi sertifikasi kompetensi di bidang sistem pembayaran. ( swisma)












