Gelar BIK 2022, OJK Sumbagut Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Bisnis154 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN –Sejak 2016, OJK menginisiasi bulan Oktober sebagai Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang diselenggarakan secara terintegrasi, masif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

“Program Bulan Inklusi Keuangan itu bertujuan guna mendorong pencapaian target inklusi keuangan sebesar 90 persen pada 2024 dan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional atau PEN,” kata Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Wan Nuzul Fachri.

Pada acara media talk digelar Rabu (19/10/2022) itu, Wan Nuzul Fachri mengatakan bulan Inklusi Keuangan dilakukan untuk membuka akses keuangan kepada berbagai lapisan masyarakat, mengkampanyekan budaya menabung, mengoptimalkan program-program inklusi keuangan.

Menurutnya akses keuangan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat dan memiliki peranan penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Karena itu perlu dibarengi dengan pemahaman yang baik,” katanya didampingi Kepala OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusuf Ansori.

Tema yang ditetapkan untuk bulan Oktober 2022 ini adalah “Inklusi Keuangan Meningkat, Perekonomian Semakin Kuat”.

Dengan adanya bulan inklusi keuangan ini juga diharapkan akan semakin memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholders dalam rangka pemenuhan dan peningkatan akses keuangan bagi seluruh masyarakat di Indonesia dan khususnya Sumatera Utara,” tuturnya.

Kepala OJK KR5 Yusup Ansori menyampikan BIK dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat sejalan dengan inklusi keuangan.

“Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan yang dilaksanakan OJK tahun 2019, Sumut inklusi keuangannya sudah 93,98 persen sementara literasi hanya 38,03 persen,” jelas dia.

Disebutkannya, banyak masyarakat yang sudah menggunakan jasa keuangan tapi tidak mengenal produk yang dia gunakan seperti apa.

“Kita tidak mau ada gap antara inklusi dengan literasi, sehingga keduanya bersinergi. Selain IKB ini juga kami juga telah banyak melakukan berbagai kegitan bersama dengan kampus, Bursa Efek Indonesia, Pemprov dan Pemda, BI, jasa keuangan dan instanso terkait,” tandasnya.

Yusuf Ansori berharap kegiatan ini  dapat menjadi sarana dalam meningkatkan inklusi keuangan di Sumatera Utara. ( swisma)