Gandeng Kampus, OJK Dorong  Penguatan Tata Kelola  dan Integritas Sektor Jasa Keuangan

Bisnis104 Dilihat

MEDAN-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mendorong penguatan tata kelola dan penegakan integritas di sektor jasa keuangan untuk memperkokoh kemajuan industri jasa keuangan ke depan.

“Penegakan integritas juga menjadi nilai dan modal penting bagi generasi muda dalam menyiapkan masa depannya,” ungkap Ketua Dewan Audit OJK Sophia Wattimena melalui siaran persnya dilansir Jumat (17/10/2025).

Sophia menekankan pentingnya pemahaman tata kelola di sektor keuangan sebagai langkah membangun industri yang sehat, transparan, dan beretika serta menyoroti peran penting mahasiswa dan generasi muda dalam memutus rantai praktik tidak etis di dunia profesional.

Pada  kegiatan OJK Mengajar yang digelar di Universitas Garut, Jawa Barat, Kamis (16/10/2025) itu mengusung tema “Penerapan Tata Kelola di Sektor Jasa Keuangan” yang dibuka Rektor Universitas Garut Irfan Nabhani.

Hadir pada keguatan itu Deputi Komisioner Audit Internal, Manajemen Risiko, dan Pengendalian Kualitas OJK Djonieri, Plt. Kepala OJK Tasikmalaya Melati Usman, serta jajaran sivitas akademika Universitas Garut.

Dalam kuliah umum tersebut, Sophia menekankan pentingnya pemahaman tata kelola di sektor keuangan sebagai langkah membangun industri yang sehat, transparan, dan beretika, serta menyoroti peran penting mahasiswa dan generasi muda dalam memutus rantai praktik tidak etis di dunia profesional.

Dijelaskan Sophia, idealisme dan integritas yang dimiliki generasi muda adalah aset bangsa, namun saat ini masih terdapat tantangan besar bagi bangsa  antara lain kecurangan (fraud) dan korupsi.

Ia menyebut berbagai kasus fraud laporan keuangan di sektor jasa keuangan, seperti window dressing, telah menyebabkan kerugian masif dan merusak kepercayaan publik.

Mahasiswa sebagai calon pemimpin dan profesional memiliki peran sentral untuk memutus mata rantai ini.

Sophia juga mengajak mahasiswa untuk memahami konsep Three Lines Model dalam tata kelola sektor keuangan, yakni industri, lembaga profesi, dan regulator memiliki peran yang saling melengkapi.

Selain itu, Sophia mengajak seluruh peserta menjadikan integritas dan tata kelola sebagai bagian dari karakter pribadi.

OJK, katanya tidak bisa bekerja sendiri untuk penguatan tata kelola. Di industrinya juga harus punya effort.

” Semoga nilai-nilai tata kelola dan integritas ini bisa terus tertanam dan diejawantahkan  baik dalam masa sekolah, kuliah, maupun nanti pada saat memasuki dunia kerja. Karena adik-adik inilah yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini,” kata Sophia.

Rektor Universitas Garut Irfan Nabhani dalam kesempatan tersebut juga turut menegaskan pentingnya penerapan tata kelola yang baik sebagai dasar kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional.

“Kepercayaan ini tidak bisa dibangun hanya dengan kinerja finansial saja, tapi dengan tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel. The Economic of Trust, trust itu punya valuasi, dan biayanya adalah tata kelola,” kata Irfan.

Irfan juga berpesan kepada mahasiswa agar membangun dapet integritas diri dan pola pikir risiko (risk mindset) sejak dini.

“Bangun integritas sebagai integritas diri, dan kembangkan risk mindset dalam setiap keputusan. Karena integritas sekarang sudah menjadi currency,” tegasnya.

Melalui kegjatan ini OJK berkomitmen memperkuat literasi tata kelola dan integritas di lingkungan akademik sebagai bagian dari upaya mencetak sumber daya manusia unggul dan beretika bagi industri jasa keuangan serta mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. ( swisma)