BPS:  Sumut Inflasi 1,59 Persen di Oktober 2024, Pematangsiantar Tertinggi

Bisnis129 Dilihat

MEDAN– Badan Pusat Statistik (BPS)  mencatat pada Oktober 2024, inflasi year-on-year (y-on-y) di Sumatera Urara sebesar 1,59 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,64.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Asim Saputra, pada Oktober 2024, seluruh kota IHK di Provinsi Sumatera Utara yang berjumlah 8 kabupaten/kota mengalami inflasi y-on-y.

” Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Pematangsiantar sebesar 3,03 persen dengan IHK sebesar 107,25,” kata Asim pada penyampaian rilis berita statistik di kantornya Jalan Asrama Medan Jumat (1/11/2024).

Asim didampingi Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Sumut Effendy Pohan menyebutkan, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Karo sebesar 0,18 persen dengan IHK sebesar 106,08.

Menurutnya, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks sebagian besar kelompok pengeluaran.

Kelompok pengeluaran itu yakni  makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,44 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,33 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,51 persen.

Kemudian kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,15 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,10 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,48 persen.

Selan itu kelompok pendidikan sebesar 1,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,23 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 6,90 persen.

Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,53 persen.

Tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,13 persen dan tingkat inflasi 0,13 persen dan tingkat inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 0,59 persen.

Di Labuhanbatu inflasi 0,14 persen (mtm) dan 1,86 persen (yoy) dengan IHK 108,49. Karo inflasi 0,26 (mtm) dan 0,18 persen (yoy) dengan IHK 106,08.

Asim juga menyebutkan inflasi Deliserdang  0,10 persen (mtm), 0,94 persen (yoy) dengan IHK 104,95.

Sibolga inflasi 0,21 persen (mtm), 1,69 persen (yoy) dengan IHK 107,16. Kota Pematang Siantar inflasi 0,39 persen (mtm), 3,03 persen (yoy) IHK 107,25.

Untuk Kota Medan inflasi 0,10 persen (mtm), 1,88 persen (yoy): dengan IHK 105,40. Kemudian  Padangsidimpuan inflasi 0,31 persen (mtm), 1,87 persen (yoy) dengan IHK 106,70 Kota Gunungsitoli deflasi 0,27 persen (mtm), 2,30 persen (yoty) dengan IHK 106,04. Provinsi Sumut 0,13 persen (mtm), 1,59 persen (yoy) dengan IHK 101,59. (swisma)