BI :  Ekonomi Sumut Diperkirakan Meningkat Tumbuh  5,7 Persen

Bisnis94 Dilihat

MEDAN-Pertumbuhan ekonomi Sumatera Uara ( Sumut) mengalami peningkatan 5.06 persen di triwulan II -2026 mencapai dibanding sebelumnya yakni 4,98 persen

“Dengan capaian ini bisa dikatakan Sumut  termasuk beruntung karena pertumbuhan ekonominya semakin cepat dan meningkat,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sumut Ameriza M Moesa pada bincang bareng media ( BBM), Jumat  (7/8/2026).

Pada BBM itu turut dihadiri
Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar serta Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II (DJPB Sumut), Edy Purwantoi. Tampil
sebagai moderator Deputi KPwBI Sumut Iman Gunadi,

Ameriza mengatakan,  capaian pertumbuhan ini tergolong sangat baik di tengah kondisi perlambatan ekonomi global.

Dengan kondisi perang sekarang ini, hal tersebut juga bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara pengimport untuk membeli produk.

Disebutkannya, konflik antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas membuat kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik-baik saja.
Hal ini tercermin dari prospek pertumbuhan ekonomi dunia yang turun dari 3,5 persen menjadi 3 persen

Ketegangan geopolitik dan persaingan dagang global memicu kenaikan harga komoditas serta menurunkan proyeksi pertumbuhan negara-negara besar, seperti Tiongkok menjadi 4,6 persen.

Kemudian Amerika Serikat 2 persen, serta Jepang 0,6 persen, sementara ekonomi nasional Indonesia Triwulan II masih mampu tumbuh 5,29 persen dari sisi konsumsi dan investasi.

Di Sumatera, daerah yang pertumbuhannya meningkat hanya Aceh, Sumatera Utara, dan Bengkulu, sedangkan beberapa daerah lainnya melambat.

“Jadi capaian kita lumayan cukup baik,. Itu makanya bisa kita sebut Sumut termasuk masih beruntung, ” kata Ameriza .

Ia mengungkapkan, penopang utama ekonomi Sumut adalah lonjakan ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang naik dari 2,67 persen menjadi 7,39 persen akibat pelemahan Rupiah yang membuat harga komoditas lebih kompetitif serta mendorong aksi akumulasi stok oleh pembeli global.

Menurutnya, jika CPO bangkit, ekonomi Sumut pasti bergerak. Peningkatan produksi CPO ini juga memengaruhi pilar industri pengolahan yang naik dari 1,53 persen menjadi 1,96 persen serta sektor pertanian yang naik dari 0,41 persen menjadi 1,61 persen.

“Kami meyakini sepanjang 2026 ini perekonomian Sumatera Utara diperkirakan masih mampu tumbuh antara 4,9% sampai 5,7%,” kata Ameriza

Sementara itu  tingkat inflasi Sumut diperkirakan kembali normal pada sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen setelah tahun lalu menyentuh 4,66 persen. ( swisma)