Luncurkan LPI 2023, BI Wujudkan Transparansi Kebijakan

Bisnis134 Dilihat

MEDAN – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan kinerja perekonomian di 2023 patut disyukuri karena membawa Indonesia  menjadi salah satu negara yang memiliki kinerja ekonomi terbaik di dunia.

Perry Warjiyo mengungkapkan hal tersebut pada Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2023 bertema ‘Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional’ yang ditayangkan secara live streaming di kanal Youtube, Rabu (31/1/2024).

Penerbitan LPI ini adalah wujud transparansi publik dari Bank Indonesia, sebagaimana amanat Undang undang Bank Indonesia.

Laporan perekonomian ini, katanya sebagaimana diamanatkan undang-undang, memuat evaluasi kinerja dan kebijakan ekonomi 2023 serta proses arah kebijakan pada 2024.

Dijelaskannya, UU tersebut juga memberikan independensi kepada Bank Indonesia untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan moneter, makro maupun sistem pembayaran untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Sudah menjadi komitmen kami bahwa independensi itu kami perkuat dengan konsistensi pelaksanaan kebijakan,” ungkapnya.

Perry juga menjelaskan selain
independensi, lebih dari itu adalah koordinasi erat juga dilakukan dengan pemerintah, asosiasi, Perbanas, maupun dengan dunia usaha. Koordinasi dan transparansi kepada publik juga menjadi satu kesatuan di dalamnya.

Menurutnya ada tiga pesan yang disampaikan. Pertama bersyukur atas kinerja di 2023, optmis atas prosepek 2024 dan tetap waspada.

Kedua, komitmen untuk tetap melakukan bauran kebijakan BI yang dilakukan di 2023 akan diperkuat di 2024.

Ketiga komitmen memperkuat koodinasi dan sinergi serta kolaborasi.

“Bersyukur Indonesia adalah one of the best economic performance of the world. Insya Allah tahun lalu pertumbuhan kita sekitar 5 persen, inflasi termasuk empat terendah di G20,” papar Perry Warjiyo.

Kinerja perekonomian Indonesia yang tangguh juga ditunjukkan dengan inflasi yang terkendali, apresiasi rupiah, kredit perbankan pada 2023 yang tumbuh 10 persen secara tahunan (year on year/yoy), dan akselerasi digitalisasi yang terus berlanjut.

Ia juga menyebutkan untuk 2024 pihaknya optimis perekonomian Indonesia akan lebih baik. Dengan pertumbuhan akan lebih sedikit diatas 5%, dan inflasi diproyeksikan terkendali dikisaran 2,5+_1 %. Serta pertumbuhan kredit 10%-12%. Sementara Rupiah juga diyakini akan cenderung menguat.

Rupiah memang sekarang agak naik turun. Namun diyakini sejak di semester kedua akan apresiasi mengarah kepada fundamentalnya dan digitalisasi termasuk yang tercepat di dunia.

BI memastikan rupiah stabil dan akan cenderung menguat melalui penguatan kebijakan moneter yang pro-stability.

Perry juga menyebutkan, BI terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga inflasi terkendali.

Selain itu, BI akan memperkuat kebijakan makroprudensial yang tetap pro-growth.

Kemudian juga akan memastikan likuiditas di perbankan lebih dari cukup untuk meningkatkan penyaluran kredit.

“Kami akan pastikan likuiditas di perbankan lebih dari cukup sepanjang perbankan juga mau me-Repo-kan surat berharga negara yang dimiliki,” ujarnya. ( swisma)