2.279 Wisudawan USU Dilantik, Rektor: Lulusan USU Penuhi Pembelajaran Critical Thinking

Edukasi110 Dilihat

MEDAN – Sebanyak 2.279 lulusan
Universitas Sumatera Utara (USU) diwisuda periode I tahun akademik 2023/2024

Prosesi wisuda sendiri digelar selama dua hari di auditorium kampus USU, Padang Bulan Medan, Selasa dan Rabu (21-22/11/2023).

Rektor USU Prof Muryanto Amin, SSos, MSi dalam pidatonya berjudul “critical thinking tidak bisa digantikan mesin di dunia kerja”.

Menurut rektor, meskipun pesatnya dunia digital dan penggunaan teknologi di tengah masyarakat, namun penggunaan teknologi tetap membutuhkan pemikiran manusia dalam proses pengerjaannya.

Artinya, proses pemikiran yang sangat dalam dan tidak singkat membuat penggunaan mesin dalam dunia digital lebih teroptimalisasi.

“Pemikiran semacam itulah disebut sebagai critical thinking kemudian menghasilkan berbagai hilirisasi produk, termasuk digitalisasi yang diterjemahkan dalam bentuk mesin,” kata rektor.

Penggunaan mesin dalam dunia digital, katanya membutuhkan pemikiran kritis manusia yang terus menghasilkan pola atau model tertentu dari kemampuan memahami dan mencari solusi masalah kemanusiaan.

Disebutkannya, tidak akan mungkin mesin digital itu bekerja sendiri dan mampu memberi bahkan mengembangkan jika terjadi perubahan yang tidak diperkirakan.

“Itulah fenomena critical thinking yang sangat perlu dimiliki anak-anak muda yang sedang mengecap pendidikan formal, untuk membedakan mereka yang mempercayai experiences based,” ujar rektor.

Rektor mengatakan, kemampuan critical thinking bisa dipelajari dan dipraktikkan dalam proses pembelajaran yang akan menghasilkan keputusan tepat dan solusi efektif.

Berpikir kritis memungkinkan seseorang untuk menghindari bias dan pandangan sempit, sehingga membuat keputusan yang lebih baik dan berargumentasi secara lebih meyakinkan. Kemampuan itu bisa dilatih dalam proses pendidikan formal.

Menurutnya lulusan USU setidaknya dalam tiga tahun terakhir mengalami proses pembelajaran yang memperkuat critical thinking tersebut melalui kurikulum Outcome Based Education (OBE).

Kemudian kelas kolaboratif/ partisipatif dan persiapan pembelajaran di program studi yang telah dan akan mendapatkan akreditasi internasional.

“Alasan utama mengubah proses pembelajaran berstandar internasional adalah menciptakan academic environment melalui tumbuh, berkembang dan menguatnya critical thinking mahasiswa dan dosen,” ujar rektor yang akrab disapa Prof Mury.

Sebagai alumni USU, rektor berharap harus terbiasa menggunakan critical thinking di manapun, kapanpun dan tidak boleh berhenti.

“Kekuatan critical thinking yang akan ditampilkan pasti memberikan energi positif bagi siapapun dan lembaga apapun yang membutuhkannya,” tegasnya.

Prof Mury menjelaskan critical thinking tidak bisa dilakukan sendiri, harus berkolaborasi agar terbiasa memahami masalah dan memberikan solusi.

Kebiasaan kolaborasi, lanjutnya harus diutamakan agar fokus memberikan manfaat dari berbagai masalah yang berbeda-beda dan dari sumber yang kaya perspektif.

” Kolaborasi global menjadi sangat penting karena konektivitas dunia tidak mungkin dihindari lagi,” sebutnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, tantangan bagi anak- anak muda Indonesia, adalah menampilkan kearifan lokal dengan segala sumber daya yang ada di dalamnya, harus memiliki standar internasional termasuk menciptakan hilirisasi.

Sebagai salah satu kampus terbaik di Indonesi, USU  melakukan berbagai penataan program selama 3 tahun terakhir dan terus berlanjut tanpa henti, agar menghasilkan alumni yang product knowledge based.

“Program layanan tri dharma yang diberikan USU menjadi bagian untuk menciptakan critical thinking yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi dunia kerja,” kata Prof Mury.

Prof Mury menjelaskan, USU sendiri meletakkan fondasi untuk memperkuat academic environment dengan standar yang direkognisi oleh lembaga penilai nasional maupun pemeringkatan lembaga internasional yaitu QS dan THE.

Capaian di tingkat nasional di antaranya adalah BAN-PT telah menetapkan USU meraih Akreditasi Unggul di  2022 dan sebanyak 44% program studi telah meraih akreditasi unggul/A dan 47% meraih akreditasi Baik Sekali/B.

Selain itu USU mendapatkan nilai A untuk SAKIP di 2023, meraih predikat ZI/WBK dari Kemen PAN-RB, meraih 9 penghargaan Anugerah DiktiRistek, dan PPID informatif dari KIP Pusat.

Prestasi delegasi mahasiswa USU dalam kompetisi nasional berhasil meraih 238 emas, 145 perak dan 90 perunggu.

Sementara di tingkat internasional, rogram studi terakreditasi Internasional yaitu S1 Teknik Kimia, S1 Kedokteran, S1 Farmasi, S1 Ilmu Keperawatan dan S1 Kesehatan Masyarakat.

Sedangkan akreditasi internasional on going yaitu S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Elektro dan S1 Teknik Industri.

QS WUR telah memasukkan USU menjadi 26 universitas di Indonesia dalam pemeringkatan tahun 2024 dan hanya 15 PTN serta 5 PTS yang masuk dalam pemeringkatannya. QS WUR 2024 merilis 1.500 universitas di seluruh dunia dalam pemeringkatannya pada Juli 2023.

Rektor juga memaparkan USU memiliki standar sebagai universitas berkelas dunia (world university ranking) di peringkat 1.201 QS WUR  2023, peringkat 1.501 THE WUR  2023, urutan 5 terbaik PT di Indonesia versi Schimago Rank 2023.

Selain itu naik peringkat dari urutan 28 ke 12 PTN di Indonesia versi Webometric  2023, meraih 401-450 QS AUR 2023 atau naik 50 peringkat dari tahun lalu.

Prestasi mahasiswa USU pada  2023 meraih 47 medali emas, 38 medali perak dan 50 medali perunggu di berbagai kompetisi internasional.

Pada  2023 ini, USU akan melaksanakan program Enhanching Quality Education for International University Recognition (EQUITY) sebagai ikhtiar untuk mencapai peringkat 500 QS universitas berkelas dunia.

Proses perbaikan penilaian dari berbagai lembaga di tingkat nasional dan internasional tersebut, menjadi penguat adaptasi Tri Dharma di USU sedang berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan. Bahkan beberapa indikator mengalami proses kemajuan lebih cepat dari rencana semula.

“Kita juga harus tetap menampilkan critical thinking, agar alumni yang dihasilkan cepat diserap industri. Kami memerlukan bantuan dari seluruh masyarakat, yang akan mempercepat transformasi USU menjadi perguruan tinggi yang disegani di dunia internasional,” katanya.

Lulusan yang dihasilkan USU mampu menjadi pembelajar tangguh tanpa henti.

“Dia juga meyakini lulusan USU akan mampu mengikuti dan mendalami perannya menggunakan critical thinking di dunia kerja, agar bermanfaat bagi orang lain dan lingkungannya.

“Dukungan dan doa dari masyarakat sangat penting bagi kami, agar penyelenggaraan tri darma di USU mampu menghasilkan Generasi Emas Indonesia,” tutup Prof Mury. ( swisma)