Pemerintah akan Tambah Bantuan Pangan, Bulog Sumut Jamin Stok Beras hingga Akhir 2026

Bisnis65 Dilihat

MEDAN – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara jamin ketersediaan pangan bagi masyarakat hingga ke wilayah terpencil.

Keyakinan itu seiring ketersediaan
Bulog Sumut yang memiliki stok beras sebanyak 56.176 ton yang telah didistribusikan dan tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara, termasuk wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Nias dan Balige.

“Seluruh stok tersebut berada dalam kondisi siap salur untuk mendukung kebutuhan masyarakat maupun program pemerintah ” kata  Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, Rabu (10/6/2026)

Selain beras, kata Budi, Bulog Sumut juga memiliki stok jagung sekitar 4.230 ton yang dipusatkan di wilayah Medan.

Menurutnya kebijakan tersebut dilakukan karena kebutuhan penyaluran jagung lebih banyak menyasar peternak petelur mandiri yang berada di kawasan Medan, Binjai, dan Serdang Bedagai.

Dijelaskannya, Bulog Sumut juga memiliki persediaan minyak goreng sekitar 880 ribu liter yang telah didistribusikan ke seluruh wilayah Sumatera Utara.

‘Stok minyak goreng itu guna menjaga stabilitas pasokan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Untuk komoditas gula kristal putih, Bulog saat ini memiliki stok sekitar 430 ton yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung stabilisasi harga di pasaran.

Selain memastikan kecukupan stok pangan, Bulog Sumut juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat.

Hingga saat ini, realisasi distribusi bantuan pangan pemerintah telah mencapai 717.528 keluarga penerima manfaat (KPM) atau sekitar 40,84 persen dari total target 1.756.846 keluarga untuk alokasi Februari–Maret 2026.

Budi menjelaskan, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara gratis.

Dari realisasi tersebut Bulog ttelah menyalurkan sekitar 14.350 ton beras dan 2.870.112 liter minyak goreng kepada masyarakat penerima manfaat,” katanya.

Ia mengungkapkan, dalam proses distribusi sempat ditemukan sejumlah kendala, mulai dari cuaca buruk, gangguan pasokan listrik akibat robohnya jaringan SUTET, hingga hambatan pada proses pengemasan bantuan pangan.

Namun demikian, seluruh kendala tersebut kini telah berhasil diatasi melalui berbagai langkah antisipasi yang dilakukan Bulog.

“Kami sudah mengambil berbagai langkah antisipasi, termasuk menyediakan genset di gudang-gudang Bulog. Saat ini seluruh proses distribusi sudah terkendali dan tidak ada kendala berarti,” ujarnya.

Setelah penyaluran bantuan pangan tahap Februari–Maret rampung pada 30 Juni mendatang, pemerintah pusat juga berencana melanjutkan program tersebut pada Juli 2026.

Dari hasil rapat koordinasi pemerintah pusat, program bantuan pangan akan kembali menyasar sekitar 33,7 juta penerima di seluruh Indonesia.

Bantuan pangan termasuk akan disalurkan kepada  sekitar 1,75 juta keluarga penerima manfaat di Sumatera Utara.

“Bantuan iti sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat berbagai faktor global,” ucapnya.

Kebijakan ini, kata Budi merupakan upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat dan mengantisipasi dampak kenaikan harga pangan akibat berbagai faktor global.

Dengan bantuan beras dan minyak goreng gratis, sebutnya masyarakat yang rentan dapat tetap memperoleh akses pangan yang cukup.

Selain bantuan pangan, Bulog Sumut juga terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hingga Juni 2026, Bulog telah menyalurkan sebanyak 17.294 ton beras SPHP atau sekitar 35,36 persen dari target tahunan sebesar 49.043 ton.

Budi menyebutkan pemerintah pusat berencana menambah target penyaluran SPHP untuk Sumatera Utara melalui pasar dan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).

Rencananya ada penambahan target SPHP untuk Sumatera Utara. Ini berarti pasokan beras ke pasar dan Rumah Pangan Kita (RPK) akan semakin bertambah.

” Dengan demikian stabilitas harga dan ketersediaan beras dapat terus terjaga sampai akhir tahun,” ujarnya. ( swisma)