DPRD Medan Soroti Kinerja Tim Cakrawala Dishub

Wakil Rakyat501 Dilihat

MEDAN – Kinerja Tim Cakrawala dan Buser Parkir yang dibentuk Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan mendapat sorotan dari DPRD Medan. Anggota DPRD, Antonius Devolis Tumanggor, menilai keberadaan tim tersebut belum menunjukkan dampak signifikan di lapangan.

Meski mendukung pembentukan tim, politisi Partai NasDem itu mengingatkan agar Tim Cakrawala tidak hanya menjadi formalitas tanpa hasil yang terukur.

Dinilai Belum Mampu Atasi Kemacetan dan Parkir Liar

Antonius menyebut hingga saat ini persoalan klasik di Kota Medan seperti kemacetan dan maraknya parkir liar masih belum teratasi secara maksimal.

“Tim ini jangan hanya sekadar dibentuk. Harus ada dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurai kemacetan dan menertibkan parkir liar,” tegasnya, Rabu (25/3/2026).

Minim Sarana dan Prasarana Jadi Kendala

Ia juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) yang dinilai menghambat kinerja tim di lapangan. Mulai dari kendaraan operasional hingga sistem pengawasan dinilai masih perlu diperkuat.

Menurutnya, tanpa dukungan fasilitas yang memadai, efektivitas Tim Cakrawala berpotensi tidak optimal.

“Jangan sampai tim sudah dibentuk, tapi tidak bisa bergerak maksimal karena kekurangan fasilitas. Ini bisa memperburuk citra pengelolaan parkir di Medan,” ujarnya.

Respons Buser Parkir Dinilai Belum Maksimal

Selain itu, Antonius mengkritik kinerja Tim Buser Parkir yang dinilai lambat dalam merespons laporan masyarakat, terutama terkait parkir liar dan dugaan pungutan liar (pungli).

Ia menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat seharusnya segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.

Jukir Jangan Terus Jadi Kambing Hitam

Dalam kesempatan itu, Antonius juga menyoroti persoalan sistem pengelolaan parkir yang dinilai belum optimal. Ia menyebut juru parkir (jukir) kerap menjadi pihak yang disalahkan ketika target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak tercapai.

Padahal, menurutnya, masalah tersebut juga dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar retribusi parkir, bahkan di lokasi resmi.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Jukir sering dijadikan kambing hitam. Padahal sistemnya yang perlu dibenahi. Harus ada regulasi yang jelas agar jukir resmi terlindungi,” katanya.

DPRD Minta Evaluasi dan Transparansi Kinerja

Antonius menegaskan, tanpa pembenahan menyeluruh mulai dari sistem, regulasi hingga sarana pendukung, Tim Cakrawala dan Buser Parkir tidak akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD.

Ia pun meminta Pemerintah Kota Medan untuk melakukan evaluasi berkala serta memastikan transparansi kinerja tim.

“Pembentukan tim harus diikuti hasil yang terukur. Jika tidak, kebocoran PAD dari sektor parkir akan terus terjadi,” pungkasnya. (Red)