MEDAN – Wakil Ketua Korbid Politik, Hukum dan HAM DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025, Riza Fakhrumi Tahir, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara telah berjalan sesuai regulasi. Proses yang dilaksanakan sejak pembukaan hingga penutupan tersebut, menurutnya, telah memilih Andar Amin Harahap sebagai Ketua DPD secara konstitusional dan demokratis.
“Tidak ada masalah. Saya dan seluruh peserta hadir di arena Musda dari awal sampai akhir, bahkan sejak proses pendaftaran bakal calon hingga terpilihnya Andar Amin. Tidak ada pelanggaran terhadap AD/ART maupun Juklak No. 02/2025 tentang pelaksanaan Musda,” tegas Riza, yang juga menjabat Wakil Ketua Panitia Penyelenggara, Selasa (3/2/2026).
Riza menyatakan ikut bertanggung jawab atas jalannya proses Musda, setelah mendapat mandat dari Plt. Ketua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, untuk mengawal tugas-tugas panitia pengarah. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Ketua Panitia Pengarah, Syamsul Qamar, dan aktif memberikan masukan sejak rapat pertama agar seluruh tahapan tidak menyimpang dari aturan.
“Dalam Rapat Paripurna I yang membahas Tata Tertib, saya mengingatkan pimpinan rapat bahwa ada dua pasal dalam Juklak yang belum tercantum. Alhamdulillah, usulan itu diterima dan dimasukkan,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan kepada Ketua Steering Committee (SC) agar hasil verifikasi bakal calon ketua diumumkan secara terbuka, sesuai Juklak. “Saya sampaikan, jika tidak diumumkan, itu justru pelanggaran. Usul ini pun diterima, sehingga semua mekanisme berjalan transparan,” papar Riza.
Dengan demikian, Riza menegaskan bahwa Musda XI telah terlaksana secara utuh, demokratis, dan konstitusional, mulai dari pencalonan hingga pemilihan. Ia meyakini DPP Partai Golkar akan mengesahkan kepengurusan hasil Musda tersebut.
“Saya bersaksi, Andar Amin terpilih secara demokratis dan konstitusional. Beliau berhak dikukuhkan dan dilantik sebagai Ketua Golkar Sumut untuk lima tahun ke depan,” tandasnya.
Terkait Isu Keributan
Menanggapi pemberitaan mengenai kerusuhan di sekitar lokasi Musda, Riza mengaku tidak menyaksikan langsung karena fokus berada di dalam ruang sidang.
“Persidangan berjalan normal dan tertib tanpa gangguan. Jika ada keributan di luar, hal itu tidak berdampak sama sekali terhadap proses internal Musda,” jelasnya.
Riza mendukung langkah Panitia Penyelenggara yang meminta polisi mengusut tuntas peristiwa tersebut. “Kepolisian harus mengusut hingga tuntas, mengungkap aktor intelektual dan provokatornya. Jika ada kerugian materiil, pihak hotel juga sebaiknya melapor,” pungkasnya. (Red)