Puncak Musim Hujan Tiba, DPRD Medan Minta Pemko Percepat Pengerjaan Drainase

Politik269 Dilihat

MEDAN – Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSABMBK) diharapkan mempercepat pengerjaan drainase. Sebab, menurut BMKG, Provinsi Sumatera Utara telah memasuki puncak musim hujan sehingga dikhawatirkan akan terjadi banjir.

Hal itu dikatakan Anggota DPRD Medan, Dr Rudiawan Sitorus M.Pem.I kepada wartawan di Gedung DPRD Medan, Rabu (15/11/2023), menanggapi kondisi cuaca di Sumatera Utara (Sumut) sudah memasuki pucak musim penghujan.

Anggota dewan dari Fraksi PKS ini menambahkan, dengan percepatan pengerjaan drainse tersebut, maka dapat membantu penanggulangan banjir Kota Medan.

“Kita juga berharap pengerjaan drainase di Kota Medan bisa segera selesai sehingga ketika terjadi debit hujan yang begitu banyak, bisa teratasi karena drainase telah siap dan berfungsi,” kata dia.

Namun sebaliknya, jika curah hujan deras dan drainase itu belum selesai, maka dampaknya akan terjadi banjir serta menghambat penyelesaian pengerjaan drainase itu.

Dia juga mengapresiasi Pemko Medan melakukan pengerukan serta bersih-bersih sungai bekerjasama dengan TNI, sebagai upaya mengatasi banjir.

“Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan merawat drainase yang sudah dibangun oleh Pemko Medan,” imbau Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan ini.

Mengenai sejumlah kawasan yang masih mengalami banjir seperti pintu keluar jalan tol Bandar Selamat dan jalan di kawasan Ringroad, Rudiawan mengatakan jika persoalan penanganan banjir menemuhi hambatan atas kewenangan dengan instansi lain, sebaiknya dikordinasikan dengan baik sehingga menghasilkan titik temu atau solusi apa yang bisa dilakukan.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

“Sebab, saya lihat persoalan itu sudah berlangsung lama dan belum teratasi,” sebutnya.

Rudiawan optimis dengan pengerjaan drainase yang masif dilakukan oleh Pemko Medan serta berkordinasi dengan pihak terkait, akan menghasikkan titik temu dan solusi sehingga persoalan banjir di kawasan itu bisa teratasi.

“Intinya harus ada komunikasi Pemko Medan dengan pihak terkait berkaitan dengan penanganan banjir Kota Medan,” tegasnya.

Sebab, sebutnya, penanganan banjir Kota Medan akan terlihat akan kurang sempurna, apabila masih ada titik-titik banjir belum teratasi.

“Kalau ada sumbatan komunikasi dengan pihak-pihak terkait agar diperbaiki sehingga melahirkan win-win solusi untuk penanganan banjir Kota Medan,” katanya.

Sekadar informasi, Pj Gubernur Sumut Hassanudin dalam arahannya yang dibacakan secara serantak pada apel pagi di seluruh instansi di lingkugan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Senin (13/11/2023) pagi, menyebutkan wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sudah memasuki pucak musim penghujan sejak November dan akan berlangsung hingga Desember 2023.

Untuk itu, seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan diminta meningkatkan kesiapsiagaan, guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi tersebut.

Bahkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini curah hujan pada sebagian wilayah Sumatera Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat menyebabkan banjir dan longsor. (red)