Ketua Komisi II DPRD Medan Dukung Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar

Politik666 Dilihat

MEDAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Medan Sudari mendukung atas upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar terhadap anak berusia tujuh sampai 13 tahun di daerah ini.

“Saya melihat Pemkot Medan menunjukkan tanggung jawab penuh memperbaiki mutu pendidikan dasar. Ini patut didukung penuh,” kata Sudari di Medan, dikutip Kamis (7/12).

Legislator ini mengatakan bahwa pendidikan dasar sangat penting bagi setiap anak didik dan wajib ditanamkan budi pekerti maupun karakter menuju dewasa.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Pihaknya meyakini dengan terus melakukan perbaikan infrastruktur maupun peningkatan kesejahteraan guru, sehingga menjadi sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Wali Kota Medan Bobby Nasution tiga tahun terakhir pada 2021 – 2023 mengangkat guru honor menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebanyak 3.391 orang di Kota Medan.

“Sebagai mitra Pemkot Medan, kita mendukung segala program Wali Kota Medan meningkatkan mutu pendidikan lebih baik, termasuk penambahan anggaran di APBD 2024,” papar Sudari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Benny Sinomba Siregar mengatakan peningkatan mutu pendidikan dengan memastikan seluruh warga Kota Medan mendapatkan pendidikan yang layak.
Pihaknya menjelaskan bagi warga Kota Medan yang putus sekolah, maka akan didata untuk direkrut guna mendapat pendidikan gratis dari Pemkot Medan.

Selain itu, menambah insentif kesejahteraan guru honorer baik sekolah negeri maupun swasta di Kota Medan dari sebelumnya Rp250 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan mulai Januari 2024.
“Guru harus sejahtera dahulu, sehingga punya semangat juang dan punya kesabaran mendidik siswa ke arah lebih baik,” ucap Benny. (red)