Workshop Literasi Digital GenSi Indosat – FJPI Sumut Dorong Gen Z Berkarya Cerdas dan Beretika

Siswa SMAN 6 Binjai Antusias Diskusi Interaktif

MEDAN-Program Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) yang komit meningkatkan literasi digital bagi masyarakat Indonesia terutama di kalangan generasi muda patut diacungi jempol.

Bagaimana tidak, program literasi digital Indosat melalui workshop Generasi Terkoneksi (GenSi) 2025 hadir di 13 kota seluruh Indonesia, termasuk di Sumatera Utara dan Sumatera Selatan.

Di Sumatera Utara sendiri workshop yang digelar Indosat dengan menggandeng Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Provinsi Sumatera Utara yang bertajuk GenSi Berkarya Tanpa Drama dan Trauma ini berlangsung di SMA Negeri 6 Binjai, Kamis (9/10/2025)

Event kreatif dan positif sebagai upaya menjaga ekosistem informasi yang sehat saat ini sudah tentu mendapat dukungan dari pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan yang dengan suka cita memfasiltasi tempat dilaksanakannya  kegiatan tersebut.

Terbukti, Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Binjai, Sujarno dengan semangat dan sigap memilih lebih 80-an perwakilan pelajar wanita dari seribuan siswanya termasuk juga beberapa pengurus  OSIS.

Dukungan dan kepedulian pemerintah daerah dalam upaya membangun generasi muda yang cerdas, kritis, dan beretika ini juga disambut antusias  para pelajar untuk mengikuti workshop yang dimulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Para peserta tersebut mendapatkan pembekalan mengenai cara mengenali dan melawan hoaks, sekaligus memahami peran teknologi kecerdasan buatan atau
Artificial intelligence ( AI) serta bagaimana cara menyampaikan kebebasan pendapat yang beretika.

Jadi, memang merupakan suatu hal yang patut diacungi jempol
dengan program peningkatan literasi digital Indosat tersebut melalui workshop GenSi ini.

Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia merasa turut bertanggungjawab memberdayakan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dan perempuan, agar menjadi warga digital yang cerdas, bertanggung jawab dan tangguh serta bertika.

EVP-Head of Circle Sumatra Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, menyampaikan, Indosat berkomitmen untuk terus menghadirkan manfaat teknologi digital bagi seluruh masyarakat Indonesia termasuk pelajar dan perempuan muda.

“Melalui program Generasi Terkoneksi, kami ingin membekali generasi muda dengan kemampuan literasi digital yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membentuk perilaku digital yang bertanggung jawab dan positif,” sebut Agus.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera  Utara  yang diwakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 2, Abdul Khodir Simorangkir dalam sambutan pembukaannya mengapresiasi inisiatif Indosat dalam mempercepat literasi digital generasi muda.

“Sebagai pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan, kami mengapresiasi langkah Indosat dalam menginisiasi pelatihan berkolaborasi dengan PJPI Sumut  untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga cerdas dan kritis serta bertanggung jawab secara etis dan hukum dalam dunia digital,” kata Abdul Khodir.

Menurutnya, dengan memahami teknologi secara mendalam dan menerapkan etika digital yang baik, generasi muda diharapkan mampu berkarya positif dengan aman.

Demikian juga diharapkan bisa menjaga etika dalam menyampaikan kebebasan berpendapat di tengah derasnya arus informasi digital  saat ini, khususnya dalam melawan hoaks di era AI.

Ketua FJPI Sumatera Utara, Khairunnisak Lubis mengatakan,  kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FJPI Sumut dalam mengedukasi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk dalam dunia pendidikan dan informasi.

“Melalui tema Generasi Terkoneksi, kami ingin mengajak para pelajar untuk tidak hanya menjadi pengguna internet, tetapi juga pencipta konten yang positif dan inspiratif,” ujarnya.

Pada workshop tersebut  berbagai materi disampaikan tiga narasumber, mulai  dari kalangan praktisi media, Lia Anggia Nasution yang memaparkan pemanfaatan teknologi digital, yaitu Literasi Media dan Berpikir Kritis Online.

Penyaji kedua dari kalangan akademisi, Nurleli yang menyajikan
hak digital & kebebasan berpendapat serta penyajian ketiga membahas pembuatan konten dengan AI yang etis oleh Deddy Pranata, Founder Kampung Digital.

Workshop yang dikemas dengan pendekatan interaktif ini menjadi seru saat peserta diajak diskusi dan
menghadirkan kuis edukatif serta sesi tanya jawab dengan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang aktif berpartisipasi.

Selain itu para peserta juga diajak mengikuti AI content challenge di media sosial dan mendapatkan hadiah menarik dari Indosat dan FJPI Sumut.

Workshop yang berlangsung satu hari itu ternyata memberikan informasi yang bermakna dan edukatif sehingga bermanfaat bagi para peserta.

Seperti diungkapkan Syafriani yang mengaku dia baru mengetahui  dampak dari penggunaan AI itu bisa
menyebabkan penurunan kreatif  dalam berpikir kritis karena
bergantung pada jawaban yang instan.

Selain itu, melalui workshop ini  juga menginspirasinya untuk lebih bijak dan cerdas menggunakan digital di media sosial. Sebab jika salah dalam menyampaikan pendapat akan berisiko sebagai penyebar hoaks atau ujaran kebencian, sehingga tidak tertutup.akan terjerat kasus hukum.

Melalui kegiatan ini, Indosat percaya generasi muda, khususnya pelajar perempuan, dapat tumbuh sebagai Generasi Terkoneksi, generasi yang tidak hanya mahir secara digital, tetapi juga terkoneksi secara nilai, empati, dan tanggung jawab sosial serta beretika.( swisma)
.

Recent Posts