Wong Chun Sen Tarigan Hadiri Festival Bak Cang Sumatera Utara di Yayasan Taman Bodhi Asri

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN – Ketua Gemabudhi Provinsi Sumatera Utara, Drs.Wong Chun Sen Tarigan,M.Pd.B menghadiri acara Festival Bak Cang Sumatera Utara yang dilangsungkan di Yayasan Taman Bodhi Asri, Jalan Bintang Terang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang, Jumat (3/6).

Acara tersebut juga dihadiri oleh mantan anggota DPRD Provinsi Sumut, Brilian Muktar yang juga Politisi dari partai PDI Perjuangan Sumut, yang juga ketua Walubi Sumut, anggota DPRD Sumut, Sugianto Makmur, Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE, para pengurus GANTI, KOMPAK, PASTI, tokoh Tionghoa Sumatera Utara, Biby, , ROTARY, Edy Sugandi, Darno dan tamu undangan lainnya.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Menurut Wong, Festival Bak Cang atau Festival.Perahu Dragon di Asia biasanya Etnis Tionghoa melakukan pameran kapal naga. Namun di Indonesia biasa dilakukan dengan mendirikan telur. Ada pepatah Tionghoa mengatakan jangan melupakan ajaran dan tradisi leluhur.

“Ini dilakukan agar kita tidak lupa jasa leluhur dan sama dengan apa yang dikatakan Proklamator RI, yang mengatakan Jas Merah yakni jangan melupakan sejarah,”kata Wong.

Pada kesempatan itu, Wong juga menerangkan berdasarkan metafisika China, Hari Bakcang adalah hari di mana energi yang keluar paling kuat. Hal tersebut membuat festival ini juga dikenal dengan sebutan Festival Extreme Yang. Ada juga yang menyebutnya Double Kelima Festival, karena diadakan pada hari 5 dan bulan 5 kalender lunar. Hari Peh Cun berkaitan erat dengan sejarah seorang tokoh bernama Qu Yuan. Ia merupakan seorang sarjana patriotik dan menteri di negara Chu.
Tradisi makan bakcang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Peh Cun sejak Dinasti Jin. Bentuk bakcang sebenarnya juga bermacam-macam, dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bakcang di dunia.

“Di Taiwan, pada zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bakcang yang dibawa oleh pendatang dari Fujian adalah bulat gepeng, berbeda dengan bentuk yang saat ini kita lihat. Isinya pun bermacam-macam, bukan hanya daging, tapi juga sayur, sarikaya, dan gula,”sebutnya.

Acara Festival Bak Cang ini di isi dengan berbagai kegiatan seperti tarian-tarian, atraksi barongsai, penggunaan alat musik instrumen tradisional suku Tionghoa dan melakukan proses penegakan telur. (rizky)

Recent Posts