Warga Keberatan Ada Gudang di Tengah Permukiman Gang Timor Dalam

News929 Dilihat

GLOBALMEDAN.COM, MEDAN-Warga Jalan Timor Dalam Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur merasa keberatan dengan adanya gudang berdiri di tengah permukiman mereka.

“Kami khawatir pergudangan itu sewaktu-waktu terjadi kebakaran akibat barang yang digudangkan bersifat mudah terbakar karena terbuat dari foam,” kata Joseph Siswanto, Ketua Gang Timor Dalam mewakili warga setempat kepada wartawan di Medan, Minggu (22/5/2022).

Selain itu disinyalir gudang berada di tengah pemukiman tidak memiliki izin pergudangan, HO dan lainnya.

“Sejak dilakukannya aktivitas pergudangan hingga saat ini, pengelola tidak pernah meminta izin atau memberitahukannya kepada kami,” sebut Joseph.

Dia juga menyampaikan, bahwa pergudangan sudah tidak boleh di kota lagi, apalagi ini di inti Kota Medan dan berjarak 300 meter ke Kantor Pos Medan, Jalan Balai Kota samping Jalan Bukit Barisan.

“Kami beberapa kali mendapati pekerjaan pergudangan itu berlangsung hingga malam dengan suara yang cukup mengganggu istirahat para warga,” ucapnya.

Pihaknya beberapa kali menemukan truk maupun pikap dan sejenisnya mengangkut barang dengan over kapasitas, melebihi ambang batas bak kendaraan, sehingga warga khawatir suatu saat dapat terjadi kecelakaan dan menimbulkan korban akibat barang terjatuh dari kendaraan tersebut.

Kemudian, warga juga merasa terganggu dengan seringnya hilir mudik mobil pikap, truk, dan sejenisnya yang mengangkat berbagai barang seperti kursi makan, kursi lipat, kursi direktur dan meja tulis di Gang Timor Dalam. “Kenyamanan kami juga terganggu sejak adanya aktivitas pergudangan tersebut,” imbuhnya.

BACA JUGA :  MEDAN- Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim SE mengharapkan Kota Medan benar- benar menjadi kota yang berkah yang bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Medan. Hal itu diungkapkan Hasyim SE usai mengikuti upacara HUT Kota Medan ke- 432 di Stadion Mini Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (1/7/2022). "Kita apresiasi beberapa aspirasi warga sudah ditindaklanjuti oleh Pemko Medan. Ini berkaitan dengan 5 program prioritas yang merupakan harapan bagi warga Kota Medan," ungkap Hasyim SE. Seperti di bidang kesehatan. Hasyim SE menilai, pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas sudah semakin bagus. Selain itu, ada penambahan kuota yang cukup besar untuk program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di 2022. Sedangkan di 2023, Pemko Medan memiliki program Universal Health Coverage (UHC). "Dengan Program UHC itu, warga Kota Medan sudah bisa berobat di seluruh rumah sakit di Kota Medan yang bekerjasama dengan provider BPJS Kesehatan secara gratis, dengan membawa KTP. Ini berlaku untuk semua warga Kota Medan tanpa terkecuali. Selama ini kan, berobat gratisnya di Puskesmas," papar Hasyim SE. Selain itu, Hasyim SE menambahkan pemberdayaan UMKM di Kota Medan juga sudah semakin baik yang dibuktikan dengan dimasukkannya produk UMKM ke dalam e-katalog. Menurut Hasyim SE, tentunya ini merupakan wujud komitmen Pemko Medan dalam pemberdayaan UMKM di Kota Medan. "Artinya, seluruh OPD sudah bisa berbelanja produk UMKM Kota Medan melalui e-katalog," paparnya. Disinggung tentang penanganan banjir, Hasyim SE mmengharapkan Pemko Medan bisa menuntaskan masalah itu. Walau pun selama ini, penanganan genangan air di Kota Medan dinilai sudah lebih baik dari sebelumnya. "Begitu juga dengan penanganan banjir rob yang sudah dianggarkan dan di tahun 2022 ini sudah bisa digunakan anggarannya. Saya harap ini bisa didukung oleh seluruh stakeholders di Kota Medan, karena ini menjadi aspirasi warga Medan Utara" ujarnya. Terkait dengan infrastruktur jalan yang terlihat semakin banyak perbaikan, Hasyim SE mengharapkan agar kwalitas infrastruktur jalannya juga baik. Jangan, ketika baru diaspal saja yang terlihat mulus, namun tidak diikuti dengan kwalitas yang baik. Begitu juga dengan revitalisasi cagar budaya, seperti Lapangan Merdeka, Medan. Hasyim SE menilai hal itu sebagai langkah yang baik untuk menambah ruang terbuka hijau di Kota Medan. "Saya berharap, di usia Kota Medan yang cukup matang ini, ke- 432, Kota Medan benar- benar bisa menjadi kota yang nyaman, tentram, kondusif, angka kemiskinan bisa diturunkan dan tentunya menjadi kota yang berkah," pungkas Hasyim SE.

Joseph berharap instansi terkait dapat membantu mengambil kebijakan untuk menutup dan tidak memperbolehkan lagi berdirinya dan menjadikan gudang barang di tengah warga Gang Timor Dalam, Kelurahan Perintis, Kecamatan Medan Timur.

Terkait pagar yang dipersoalkan pengelola gudang, Joseph menjelaskan bahwa pintu pagar itu dibangun melalui musyawarah dengan warga setempat.

“Hasilnya warga setuju dan membuat pintu pagar itu yang dananya hasil dari swadaya masyarakat, ” terangnya.

Dia mengungkapkan, pintu pagar itu dipasang karena barang diletak di belakang berhilangan seperti sepeda motor, kaca spion mobil hilang serta barang peralatan dapur.

“Pintu pagar yang kami pasang ini hidup, tidak mati. Masyarakat juga diberi kunci pintu pagar semua, agar keluar tidak kesulitan,” tandasnya.

Anehnya, kenapa salah seorang warga dilaporkan ke polisi terkait pintu pagar itu yang diduga merintangi jalan umum. Padahal pintu pagar itu sudah berdiri 9 tahun dan atas kemauan warga setempat. “Ada apa ini, ” tanya Josep. ( rel)